Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspada Wabah Campak, 102 Anak Terinfeksi dan Menyebar di 39 Puskesmas

Aditya Novrian • Minggu, 8 Maret 2026 | 14:00 WIB

Wabah campak mulai menyebar di Kabupaten Malang. (Freepik)
Wabah campak mulai menyebar di Kabupaten Malang. (Freepik)

KEPANJEN – Bagi Anda yang mempunyai balita, pastikan mendapat imunisasi lengkap. Sebab jika tidak, terancam kena penyakit seperti campak. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengungkap ada 102 anak terjerat campak dalam dua bulan terakhir.

Mayoritas anak yang teridentifikasi campak belum menerima imunisasi lengkap. “Campak ditemukan menyebar di 39 puskesmas,” ujar Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Malang Suyatno beberapa waktu lalu.

Campak terjadi karena infeksi morbillivirus. Virus tersebut dapat menular dengan mudah melalui droplets dari mulut dan hidung penderita campak. Biasanya dipicu batuk, bersin, atau berbicara.

Sebagai informasi, campak ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, mata berair dan kemerahan (konjungtivitis), dan bintik putih di dalam mulut. Ruam yang muncul mulanya berupa bintik-bintik merah kecil, kemudian menyatu hingga ukurannya membesar. Ruam bisa bertahan selama 5–7 hari.

Campak dapat sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Namun untuk membantu meredakan gejala, penderita sebaiknya banyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi. Bagi penderita bayi dapat mengonsumsi ASI yang cukup serta beristirahat.

“Mengonsumsi makanan yang bergizi dan mudah ditelan juga efektif untuk menangani campak,” kata Yatno.

Bagi yang belum pernah menerima imunisasi campak sangat dianjurkan untuk mendapat vaksin campak dalam waktu 72 jam setelah gejala muncul. Tujuannya untuk meredakan gejala dan mempercepat proses penyembuhan. “Pemberian vitamin A pada anak yang memiliki gejala campak juga perlu dilakukan,” imbuhnya.

Untuk mencegah penyakit campak, dia melanjutkan, masyarakat dianjurkan mendapat imunisasi campak. Imunisasi tersebut dilakukan sesuai jadwal, yakni saat anak berusia sembilan bulan, 18 bulan, serta usia sekolah kelas 1 SD atau sederajat. Vaksin campak tetap dapat diberi kepada orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin sama sekali. Dosisnya dua kali pemberian, dengan jeda 28 hari antara dosis pertama dan dosis selanjutnya.

Selain tindak pencegahan sebelum ada wabah, dia mengatakan, penularan campak dapat dicegah dengan melakukan isolasi mandiri ketika sudah terinfeksi. Isolasi dilakukan sejak gejala muncul hingga 4 hari setelah ruam timbul.

Selama menjalani perawatan, penderita campak dan orang yang merawatnya disarankan tidak berbagi peralatan makan dan perlengkapan mandi. Sebab, campak dapat menular droplets penderita. Selain itu, lanjutnya, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin dengan lengan atau tisu.(yun/dan)

 

Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi

Editor : Aditya Novrian
#Imunisasi #campak #puskesmas #wabah campak