MALANG KOTA - Penyebaran campak masih terjadi di Kota Malang. Tercatat sudah ada 61 anak yang sempat dinyatakan suspek campak. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, jumlah puluhan anak itu didapat dari temuan 16 puskesmas sampai 8 Maret lalu.
”Paling banyak di wilayah kerja Puskesmas Janti, ada 8 anak yang sempat dinyatakan suspek,” kata dia. Setelah diperiksa kembali, puluhan anak itu kini dinyatakan negatif campak. Mereka hanya mengalami kondisi yang mirip seperti demam, batuk, dan pilek. Sementara untuk kasus positif sampai kemarin masih nihil.
Sebelumnya, pihaknya sempat mencatat ada 7 kasus positif. Tepatnya pada awal 2026 lalu. Meliputi dua kasus di Kelurahan Buring, dua kasus di Kelurahan Kedungkandang, dan tiga kasus di Kelurahan Tanjungrejo.
Namun, seluruh anak yang menderita campak sudah mendapat perawatan dan dinyatakan sembuh. Kendati demikian, Husnul meminta seluruh masyarakat untuk waspada. ”Karena kasus campak ini masih akan terus ada,” tegas pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. Sebagai antisipasi, dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan imunisasi kejar campak.
Imunisasi itu ditujukan bagi anak usia 9 bulan sampai 13 tahun. Sebelumnya, dinkes sudah menggelar imunisasi campak. Namun berupa outbreak response immunization (ORI). Tepatnya pada 2 sampai 6 Februari lalu.
”Bedanya kalau imunisasi kejar, misal status imunisasi termasuk campaknya sudah lengkap, anak itu tidak perlu mendapat vaksin campak lagi,” terang Husnul. Sementara ORI dilakukan untuk menyikapi adanya kasus di kawasan tertentu.
Seperti yang terjadi di Kelurahan Buring, Kelurahan Kedungkandang, dan Kelurahan Tanjungrejo. Karena beberapa waktu lalu sempat ditemukan kasus positif, dinkes menggelar imunisasi darurat untuk mencegah penyebaran kasus pada anak-anak lain di tiga kelurahan tersebut.
Terkait pelaksanaan imunisasi kejar, Husnul masih menunggu hasil koordinasi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. ”Kemarin kami sudah Zoom dan rapat bersama, termasuk dengan 16 puskesmas. Dari masing-masing puskesmas kami minta membuat planning untuk persiapan imunisasi kejar,” tutur dia.
Sembari menunggu imunisasi kejar, orang tua bisa melakukan upaya preventif. Antara lain dengan menjaga kesehatan hingga membatasi anak untuk bepergian terlalu jauh. (mel/by)
Editor : A. Nugroho