RADAR MALANG – Beredar anggapan bahwa mengonsumsi micin dapat membuat seseorang menjadi bodoh. Namun, tak sedikit orang yang tidak mempercayai pernyataan tersebut. Lantas, manakah yang benar?
MSG (monosodium glutamate) atau sering didengar dengan sebutan micin merupakan bumbu tambahan pada masakan yang memberikan rasa gurih dan umami.
Umumnya, setiap masakan yang ditambahkan micin akan terasa lebih lezat dan membuat seseorang lebih lahap memakannya.
Setiap yang berlebihan akan mengganggu kesehatan. Oleh karena itu ada batasan untuk mengonsumsi micin, yakni maksimal 6 gram per hari atau 1½ sendok the micin
Sama halnya dengan penggunaan garam dan gula, MSG yang dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan sejumlah keluhan, seperti pusing, mual, sakit kepala, migrain, hingga jantung berdebar.
Baca Juga: Mudik Terasa Lebih Capek dari Liburan? Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Di sisi lain, rasa umami dari MSG yang dapat meningkatkan nafsu makan membuat sesorang lupa akan porsi normalnya sehingga dapat memicu peningkatan berat badan.
Meski demikian, belum terdapat bukti bahwa MSG dapat membudat seseorang menjadi bodoh. Food and Drug Administration (FDA) dan BPOM telah mengklasifikasikan MSG ke dalam bumbu masakan yang tergolong aman untuk dikonsumsi.
Faktanya, micin hanya diolah dalam pencernaan dan tidak melewati sawar darah otak (brain barrier).
Faktor kecerdasan seseorang dipengaruhi oleh pola makan, pola asuh, pendidikan dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, MSG tidak memengaruhi penurunan fungsi otak pada manusia.
Dengan demikian, anggapan bahwa micin menyebabkan kebodohan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Konsumsi MSG tetap aman selama tidak dalam porsi yang berlebihan. Bagi masyarakat, penting untuk lebih bijak dalam memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh mitos yang belum terbukti kebenarannya.
Baca Juga: Kebutuhan Listrik saat Lebaran di Malang Raya Diprediksi Naik 15 Persen
Editor : Aditya Novrian