RADAR MALANG – Sering kali didengar larangan mengonsumsi manis, terutama coklat dan perman karena dianggap menyebabkan gigi berlubang. Namun, pemahaman ini perlu dilihat secara lebih menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama gigi berlubang yang sering terjadi pada anak.
Gigi berlukang disebabkan oleh bakteri yang hidup dalam mulut. Bakteri ini akhirnya memakan sisa-sisa karbohidrat yang tertinggal pada gigi manusia.
Adapaun sisa makanan tersebut, termasuk makanan manis sperti kue, buah, permen, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Gandeng Kejaksaan Agung, Penyaluran Makan Bergizi Gratis Dijeda Saat Lebaran
Gula termasuk karbohidrat yang ketika dicerna, bakteri di mulut memakannya dan memproduksi asam. Ludah yang bercampur dengan asam ini dapat membentuk plak gigi.
Faktanya, bukan makanan manis yang menjadi penyebab gigi berlubang, melainkan plak yang mengandung bakteri dan asam.
Jika gigi tidak dibersihkan dengan benar dan rutin, plak akan menggerogoti bagian luar gigi (enamen) dan menghasilkan lubang kecil pada permukaan gigi.
Apabila lubang kecil tersebut tidak segera ditangani, lubang tersebut akan semakin lebar. Tidak berhenti di situ, bakteri akan semakin ganas dan memakan bagian tengah gigi (dentin) hingga lapisan ketiga yang disebut dengan pulp.
Pulp merupakan bagian gigi yang terdiri dari pembuluh darah dan saraf sehingga gigi dapat terasa nyeri yang luar biasa akibat bakteri yang telah menyebar di pulp. Hal ini yang menyebabkan gigi terasa sensitif saat mengunyah makanan dan tak jarang akan terjadi abses.
Oleh karena itu untuk menjaga kesehatan gigi, dianjurkan menyikat gigi 2x sehari setelah sarapan dan sebelum tidur secara rutin. Jangan lupa untuk menggunakan dental floss agar sisa makanan di celah-celah gigi dapat dibersihkan secara maksimal.
Baca Juga: Pencinta Tanaman Wajib Tahu! 5 Jenis Sirih Gading untuk Mempercantik Rumah
Editor : Aditya Novrian