MALANG KOTA, RADAR MALANG – Momen lebaran identik dengan beragam hidangan lezat yang menggugah selera dan kepadatan aktivitas bersilaturahmi. Namun, konsumsi makanan tertentu secara berlebihan, seperti makanan dan minuman yang memicu peradangan. Selain itu, kegiatan yang padat juga memengaruhi kondisi tubuh.
Panas dalam bukan sebuah penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang tidak spesifik, yakni timbul rasa tidak nyaman pada tenggorokan, sariawan, bibir pecah-pecah, hingga gangguan pencernaan.
Berikut beberapa penyebab terjadinya panas dalam saat lebaran.
- Dehidrasi: Aktivitas silaturahmi yang padat saat lebaran membuat sebagian orang kurang memperhatikan asupan cairan. Kurangnya minum air putih, menyebabkan mulut terasa kering serta dapat meningkatkan risiko iritasi tenggorokan.
- Makanan dan Minuman: Apabila seseorang hanya mengonsumsi makanan pedas dan berminyak, serta minuman yang manisnya berlebihan bisa memicu peradangan pada tenggorokan.
- Merokok: Kandungan nikotin dan zat kimia dalam rokok berpotensi mengiritasi saluran pernapasan.
- Cuaca Ekstrem: Aktivitas berkunjung dari satu tempat ke tempat lain ketika hari raya, membuat tubuh lebih sering terpapar sinar matahari sehingga dapat memengaruhi kondisi tubuh, apalagi jika terjadi perubahan cuaca yang drastis, misalnya mendadak turun hujan deras.
- Polusi Udara: Perjalanan berkunjung ke rumah sanak saudara juga dapat meningkatkan paparan polusi udara yang menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.
- Stres dan Kecemasan: Aktivitas bertemu dengan orang banyak dapat memicu stres dan kecemasan. Kondisi ini dapat memengaruhi respons tubuh terhadap suhu dan meningkatkan risiko peradangan.
- Kekurangan Nutrisi: Asupan makan yang tidak bergizi seimbang selama lebaran sehingga menyebabkan tubuh kekurangan vitamin B12, zat besi, asam folat, kalsium, dan zinc, membuat kesehatan mulut dan tenggorongan terganggu.
Selain itu, panas dalam juga dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti sariawan, GERD, flu, dan radang usus.
Oleh karena itu untuk mencegah dan mengatasi panas dalam, sebaiknya rutin minum air putih yang cukup, menerapkan pola makan sehat, menjaga kebersihan diri, menghindari rokok dan alkohol, serta memakai masker apabila sedang berkendara.
Apabila gejala panas dalam tidak membaik setelah beberapa hari atau terdapat gejala lain, seperti demam tinggi, kesulitan menelan, atau nyeri dada, segera konsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Editor : Aditya Novrian