RADAR MALANG – Saat ini perkembangan teknologi semakin masif, termasuk penggunaan handphone atau telepon genggam. Hampir seluruh informasi untuk kehidupan sehari-hari dipantau melalui HP, seperti informasi rapat, kuliah, kerja, hingga ilmu pengetahuan.
Handphone bekerja dengan cara memancarkan gelombang radiasi. Paparan radiasi tersebut yang diduga dapat meningkatkan risiko kanker hingga gangguan pada otak dan saraf.
Namun, masih minim studi ilmiah dan data terkait risiko kanker dari radiasi tersebut. Meski demikian, telah terbukti bahwa ada efek radiasi elektromagnetik yang menyebabkan peningkatan panas pada bagian tubuh yang dekat saat menggunakan HP, misalnya kepala dan telinga.
Ada juga studi lain yang mengatakan bahwa radiasi HP meningkatkan risiko tumor otak pada sisi kepala yang kerap digunakan untuk menelepon. Namun, hal ini belum dapat dipastikan karena banyak hasil dari penelitian yang berbeda.
Di sisi lain, suatu studi mengatakan bahwa anak-anak lebih rentan terkena radiasi HP, dibandingkan orang dewasa. Hal ini karena struktur otak dan tengkorak kepala yang berbeda sehingga penyerapan radiasi pada anak-anak lebih tinggi. Namun, hal ini juga perlu diteliti lebh lanjut.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa radiasi HP sebagai “kemungkinan karsinogenik bagi manusia”. Namun, menurut WHO dari tinjauan penelitian berskala besar, tidak ditemukan hubungan antara penggunaan ponsel dan peningkatan kanker otak.
Meski demikian, terdapat potensi buruk dari radiasi HP bagi kesehatan, seperti gangguan mata hingga masalah kulit.
Walaupun belum ada bukti ilmiah mengenai radiasi HP dengan peningkatan risiko kanker, lebih baik selalu waspada dan bijak dalam menggunakan HP sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan tubuh.
Baca Juga: Nasi Sering Basi? Ini Kesalahan Pakai Magic Com yang sering Dilakukan Anak Kos
Editor : Aditya Novrian