Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Mikroplastik dapat Mengancam Kesehatan! Simak Penjelasannya

Marsha Nathaniela • 2026-03-31 14:45:33
Potret limbah plastik yang tenggelam di dalam laut. (Freepik).
Potret limbah plastik yang tenggelam di dalam laut. (Freepik).

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Mikroplastik berasal dari produk berbahan plastik dan pecahan plastik besar yang terdegradasi menjadi partikel kecil dan dapat membuat lingkungan tercemar.

Mikroplastik terbagi menjadi dua jenis, yakni mikro primer yang diproduksi langsung untuk produk tertentu dan dipakai oleh manusia, seperti sabun, deterjen, kosmetik, dan pakaian. Sedangkan jenis yang kedua, yakni mikro sekunder yang berasal dari penguraian sampah plastik di lautan.

Adapun bahaya yang dapat mengintai kesehatan manusia disebabkan karena mikroplastik memungkinkan untuk ditelan oleh makhluk hidup, seperti bakteri, amoeba, dan plankton yang hidup di perairan.

Setelah itu, mereka akan dimakan oleh ikan atau hewan air dan kandungan mikroplastik akan tertimbun dalam tubuh hewan tersebut.

Baca Juga: Model Pembelajaran Jigsaw, Strategi Kooperatif yang Tingkatkan Tanggung Jawab dan Kerja Sama Siswa

Mikroplastik sangat mungkin dapat masuk dalam tubuh manusia melalui makanan yang dikonsumsi. Misalnya, mengonsumsi ikan yang tercemar limbah plastik hingga penggunaan wadah makanan yang terbuat dari plastik.

Selain itu, terdapat penelitian yang dilakukan oleh Eka Chiara Budiarti dari Ecological Observation and Wetlands Conservation yang mengatakan bahwa mikroplastik dapat memasuki tubuh manusia melalui pernapasan, pencernaan, dan paparan terhadap benda plastik yang sudah mengalami pelapukan.

Dengan demikian, terdapat beberapa bahaya dari mikroplastik yang masuk dalam tubuh, antara lain iritasi kulit akibat penggunaan deterjen, sabun, hingga kosmetik yang mengandung mikroplastik.

Selain itu, seseorang juga bisa mengalami gangguan pernapasan akibat dari polusi udara yang mengandung mikroplastik. Kondisi ini dapat menjadi parah yang ditandai dengan kerusakan jaringan pada paru-paru.

Gangguan pernapasan yang dibiarkan terlalu lama dapat meningkatkan penyakit asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), hingga kanker paru-paru.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang tercemar mikroplastik bisa membuat pencernaan terganggu hingga perusakan dinding usus.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi penggunaan produk yang bersumber dari mikroplastik, seperti membawa tas belanja sendiri, membuang sampah di tempat sampah, dan tidak menggunakan alat rumah tangga yang berasal dari plastik.

Hal ini sebagai langkah pencegahan agar tidak terkena penyakit akibat mikroplastik yang dapat mengancam kesehatan tubuh.

Baca Juga: Pemkot Malang Siapkan Diskon hingga PBB 50 Persen untuk Petani

 

Editor : Aditya Novrian
#bahaya mikroplastik #kesehatan tubuh