KEPANJEN, RADAR MALANG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo menyampaikan, pihaknya tengah memperkuat upaya penelusuran kontak atau tracing guna menemukan kasus TBC secara lebih masif. Metode yang digunakan antara lain pemeriksaan dahak dan tes Basil Tahan Asam (BTA).
Namun, untuk mempercepat deteksi dini, dibutuhkan dukungan alat seperti X-Ray dan tes cepat molekuler.
”Untuk menemukan satu kasus TBC, perlu melakukan pemeriksaan kepada puluhan orang. Jadi, proses pencarian penderita TBC membutuhkan tenaga, waktu, serta fasilitas pendukung yang tidak sedikit,” ujarnya.
Selain tracing, terdapat lima strategi lain yang dijalankan, yakni penguatan komitmen daerah, peningkatan upaya promotif dan preventif, pelibatan mitra kerja, intensifikasi layanan kesehatan, serta pemanfaatan teknologi.
”Lebih mudah mengobati orang yang sudah positif menderita TBC daripada menemukan orang yang menderita TBC,” kata pejabat eselon IIB Pemkab Malang itu.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Malang Terbitkan Sertifikat Higienis untuk 35 SPPG
Ia menambahkan, setelah kasus ditemukan, penanganan difokuskan pada pengawasan ketat pasien agar rutin mengonsumsi obat, menjaga asupan gizi, serta membatasi interaksi langsung untuk mencegah penularan. (yun/adn)
Editor : Aditya Novrian