RADAR MALANG – Rasa nyeri saat menelan kerap menjadi keluhan utama ketika radang tenggorokan menyerang. Tak hanya mengganggu kegiatan makan dan minum, kondisi ini juga dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman saat beraktivitas sehari-hari.
Radang tenggorokan merupakan iritasi yang terjadi pada tenggorokan. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari flu, infeksi, kebiasaan merokok, dan paparan polusi. Seseorang akan mengalami nyeri dan gatal di tenggorokan, batuk, sakit saat menelan, hingga suara menjadi serak.
Virus atau bakteri penyebab radang tenggorokan, mudah menular melalui udara, misalnya melalui percikan air liur dari penderita batuk. Gejala radang tenggorokan dapat muncul selama 2-5 hari setelah kuman masuk ke tubuh.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Malang Fasilitasi Perlindungan Balita Korban Pencabulan Dosen
Umumnya, radang tenggorokan bisa sembuh dengan perawatan mandiri, seperti beristirahat yang cukup, menjauhi udara kotor, dan mengonsumsi permen pelega tenggorokan. Namun, apabila radang tenggorokan disertai dengan gejala berat, seperti sakit tenggorokan parah, sesak napas, sulit menelan, hingga demam 38°C, penderita harus segera memeriksakan diri ke dokter.
Radang tenggorokan akibat infeksi virus dapat membaik dalam 5-7 hari. Guna membantu pemulihan, terdapat beberapa upaya yang dapat penderita lakukan:
1. Minum air putih minimal 2 liter per hari untuk menyegarkan tenggorokan, juga dapat mencegah dehidrasi.
2. Berkumur dengan campuran air hangat dan garam guna membersihkan dan meredakan nyeri tenggorokan.
3. Mengonsumsi minuman yang membuat nyaman di tenggorokan, seperti sup kaldu hangat, campuran air lemon dan madu, serta air jahe hangat.
4. Hindari merokok, asap rokok, debu, dan polusi agar radang tenggorokan tidak semakin parah.
5. Menggunakan pelembab udara apabila udara di dalam ruangan terasa kering.
6. Beristirahat yang cukup dan membatasi bersuara hingga gejala radang tenggorokan membaik.
7. Mengulum es batu bagi yang telah dewasa, upaya ini tidak dianjurkan untuk bayi dan anak-anak.
Sementara itu, penderita radang tenggorokan juga dapat menggunakan obat yang dibeli di apotek tanpa resep dokter, seperti obat antiseptik dan pereda nyeri.
Apabila dengan pengobatan di atas, gejala radang tenggorokan tidak kunjung sembuh, sebaiknya penderita segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan medis lebih tepat dan optimal.
Baca Juga: Pencinta Pedas Wajib Coba! Warung Sunda AA di Malang Punya 4 Sambal Khas Sunda
Editor : Aditya Novrian