RADAR MALANG – Demam Berdarah dikenal sebagai penyakit yang dapat menurunkan jumlah trombosit atau platelet dalam tubuh. Terdapat batas kritis trombosit demam berdarah yang perlu diketahui karena penurunan trombosit menjadi sinyal bahwa tubuh dalam keadaan bahaya.
Trombosit merupakan sel darah yang terbentuk di sumsum tulang dan berfungsi untuk menghentikan perdarahan.
Virus dengue yang berasal dari nyamuk Aedes Aegeypti, masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan sel trombosit mati sehingga platelet atau trombosit mengalami penggumpalan akibat kerusakan pembuluh darah.
Umumnya, orang dewasa memiliki trombosit sebanyak 150.000-450.000 sel per mikroliter darah. Namun, bagi penderita yang terinfeksi virus dengue akan mengalami penurunan produksi trombosit sehingga tubuh menjadi mudah memar dan mengalami perdarahan yang sulit terhenti.
Pada demam berdarah ringan, jumlah trombosit berkisar 140.000-101.000 sel per mikroliter darah. Bagi pasien, kondisi ini tidak menunjukkan gejala tertentu.
Sementara itu untuk demam berdarah sedang, trombosit akan berada di angka 100.000-51.000 sel per mikroliter darah. Penderita yang mengalami kondisi ini akan mengalami sejumlah gejala, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, bintik merah pada kulit, mual, muntah, serta nyeri otot, tulang, dan sendi.
Adapun demam berdarah dengan kondisi yang parah, kadar trombosit akan turun hingga kurang dari 20.000 sel per mikroliter darah. Penderita akan mengalami gejala berupa sakit perut yang parah, muntah lebih dari tiga kali dalam 24 jam, mimisan, terdapat darah di urun, tinja, dan muntahan, perdarahan di bawah kulit yang terlihat sebagai memar, napas terlalu cepat dan tersengal, mudah lelah, serta gelisah.
Apabila kondisi tersebut tidak ditangani secara tepat, penderita akan mengalami perdarahan yang tidak terkontrol hingga syok, kegagalan organ, perdarahan internal, hingga kematian.
Demam berdarah ditandai dengan demam tinggi selama 4-7 hari setelah infeksi. Namun, kondisi ini dapat menjadi demam berdarah yang parah jika penderita mengalami kebocoran plasma dalam jumlah yang besar. Hal ini yang memicu berbagai gejala dalam kurun waktu 24-48 jam setelah demam menghilang.
Oleh karena itu, apabila Anda mengalami tanda atau gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secara optimal agar demam berdarah tidak berkembang menjadi parah.
Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini 5 Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai
Editor : Aditya Novrian