Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tak Hanya Lansia, Serangan Jantung Juga Menyerang Anak Muda

Marsha Nathaniela • Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB
Gaya hidup tidak sehat yang dilakukan oleh generasi muda dapat memicu serangan jantung. (Freepik).
Gaya hidup tidak sehat yang dilakukan oleh generasi muda dapat memicu serangan jantung. (Freepik).

RADAR MALANG – Selama ini serangan jantung identik dengan kelompok usia lanjut atau orang tua. Namun, di tengah gaya hidup yang modern dan serba instan, generasi muda menjadi golongan baru yang turut terancam dengan penyakit jantung.

Serangan jantung terjadi saat aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung terganggu atau berhenti secara mendadak. Kondisi ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak yang meliputi lemak, kolestrol, serta zat lainnya.

Adapun faktor yang meningkatkan risiko serangan jantung pada anak muda, antara lain mengonsumsi junk food atau makanan cepat saji, begadang, jarang malakukan aktivitas fisik, tekanan sosial, hingga stres.

Selain itu, kelompok usia muda juga mengalami ketergantungan akan rokok dan vape. Padahal, kandungan nikotin dan zat kimia lain dalam benda tersebut, dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah.

Hal yang harus diwaspadai, gejala serangan jantung pada usia muda terlihat ringan dan tidak mencolok. Dada terasa tidak nyaman, nyeri ringan di lengan kiri, napas terasa pendek, serta mual, sering kali dianggap sebagai keluhan biasa.

Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini 5 Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai

Tak sedikit orang yang mengira kondisi tersebut merupakan gejala masuk angin atau kelelahan. Hal ini yang menyebabkan penanganan medis terlambat sehingga saat dibawa ke rumah sakit, kondisi tubuh sudah memburuk hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Terdapat banyak kasus mengenai anak muda yang kolaps di tempat kerja, pingsan saat bermain bola, atau meninggal mendadak saat tidur pulas. Kondisi ini merupakan serangan jantung yang sebelumnya tidak pernah terdeteksi.

Serangan jantung tentunya dapat dicegah dengan gaya hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, menghindari minuman beralkohol, tidak merokok, menjaga berat badan dan lingkar perut, serta tidur yang cukup.

Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk selalu peka terhadap kondisi tubuh dan tidak mengabaikan gejala, meski terasa ringan. Penerapan gaya hidup sehat serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi upaya untuk mencegah risiko serangan jantung.

Baca Juga: Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya Siapkan Layanan Skrining Jantung untuk Anak-Anak

Editor : Aditya Novrian
#serangan jantung saat usia muda #serangan jantung #penyakit jantung #Gaya hidup sehat