RADAR MALANG – Tak sedikit masyarakat yang mengira gagal ginjal disebabkan oleh konsumsi obat hipertensi atau diabetes dalam jangka waktu yang lama. Padahal, penyebab gagal ginjal di Indonesia adalah kedua penyakit itu sendiri, yakni tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus yang tidak tertangani dengan baik.
Kadar gula darah atau tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mempercepat terjadinya komplikasi sehingga muncul penyakit baru, seperti gagal ginjal.
Penyakit gagal ginjal, terbagi menjadi dua jenis, yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Gagal ginjal kronik merupakan kondisi saat ginjal secara bertahap mengalami penurunan fungsi dan umumnya tidak dapat disembuhkan.
Baca Juga: Tiap Tahun Ratusan Pasien Penyakit Ginjal Anak-Anak Jalani Kontrol
Sementara itu gagal ginjal akut terjadi saat kinerja ginjal mengalami penurunan secara mendadak. Kondisi ini dapat kembali normal jika segera ditangani. Adapun penyebab penyakit gagal ginjal akut, yakni dehidrasi, kehilangan banyak darah saat cedera atau operasi besar, penyumbatan saluran kemih, serta mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Di sisi lain, gagal ginjal kronik disebabkan oleh riwayat penyakit yang telah lama dideritam seperti hipertensi dan diabetes. Kedua penyakit tersebut secara perlahan dapat merusak dan menurunkan fungsi ginjal jika tidak ditangani dengan baik.
Baca Juga: Peringati World Kidney Day 2026, RS UB Gelar Edukasi Penyakit Ginjal
Adapun gejala kedua jenis gagal ginjal tersebut juga memiliki perbedaan. Penderita gagal ginjal akut akan mengalami penurunan frekuensi buang air kecil, mua, kelelahan, sesak napas, kaki bengkak, detak jantung tidak teratur, nyeri pada dada, kebingungan, serta kejang.
Sedangkan pada penderita gagal ginjal kronik, tubuh akan sering mengalami kelelahan, napas berbau amonia, nafsu makan yang menurun, kulit terasa kering dan gatal, kaki bengkak, sering buang air kecil, mata bengkak terutama saat pagi hari, sulit tidur, serta terjadi kram otot pada malam hari.
Gagal ginjal dapat dicegah dengan melakukan berbagai upaya, antara lain lebih memperhatikan kesehatan tubuh dengan menjaga asupan makanann dan gaya hidup yang sehat. Selain itu, jangan lupa untuk selalu rutin memeriksakan kondisi tubuh ke dokter untuk mendeteksi adanya potensi penyakit dalam tubuh sebelum terlambat.
Baca Juga: Sering Diabaikan! Ini Kebiasaan yang Memicu Kerusakan Ginjal
Editor : Aditya Novrian