RADAR MALANG – Kebiasaan mencabut bulu hidung kerang dianggap sepele karena dikaitkan dengan urusan penampilan. Padahal, tindakan ini dapat menimbulkan risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan.
Bulu hidung atau yang disebut sebagai silia, memiliki peran penting untuk menjaga kelembapan di dalam hidung. Anggota tubuh tersebut juga berfungsi untuk menyaring debu, serangga kecil, serta mikroorganisme seperti bakteri dan virus agar tidak masuk ke dalam paru-paru.
Baca Juga: Lezat dan Bernutrisi! Ini Manfaat Susu Kambing bagi Kesehatan
Adapun hidung termasuk dalam kelompok rawan karena berhubungan langsung dengan otak. Pada area tersebut, vena akan bercampur darah dari hidung dan darah yang berasal dari otak. Kondisi ini yang membuat bakteri dari hidung dapat dengan mudahnya masuk ke dalam otak melalui vena.
Oleh karena itu, apabila sering melakukan pencabutan bulu hidung, risiko masuknya bakteri otak dapat meningkat dan menyebabkan infeksi, seperti meningitis dan abses otak. Penyakit ini lebih mudah terjadi bagi orang yang memiliki sistem imun yang rendah. Selain itu, mencabut bulu hidung dengan paksa juga meningkatkan risiko terjadinya mimisan.
Baca Juga: Jangan Disepelekan! Ini Alasan Sunscreen Wajib Dipakai Setiap Hari
Jika terganggu dengan bulu hidung yang sudah panjang, sebaiknya Anda melakukan langkah-langkah berikut.
Mencukur bulu hidung dengan gunting
Ini merupakan cara yang paling mudah dan tidak menyakiti rongga hidung. Gunakan gunting yang ujungnya tumpul agar tidak melukai permukaan bagian dalam hidung. Lakukan dengan hati-hati dan pastikan gunting sudah steril.
Trimming
Metode ini merupakan teknik cukur dengan alat khusus. Bulu yang sudah panjang dapat dengan mudah dipangkas dan dirapikan tanpa perlu dicabut. Cara ini dinilai lebih aman karena tidak melukai kulit dalam hidung.
Dengan memahami berbagai risikonya, sebaiknya hindari mencabut bulu hidung. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan gunting cukur dengan ujung tumpul atau trimming agar hidung tidak terinfeksi.
Baca Juga: Waspada Ringworm! Infeksi Jamur yang Mudah Menular pada Kulit
Editor : Aditya Novrian