Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sehari Bisa Layani Konsultasi Gratis untuk 30 Orang

Bayu Mulya Putra • Kamis, 30 April 2026 | 14:17 WIB
TETAP BERMANFAAT: Dr dr Adeleine Nannerl pasariboe SpM menunjukkan buku-buku yang biasa dia gunakan untuk memberikan edukasi di TikTok.
TETAP BERMANFAAT: Dr dr Adeleine Nannerl pasariboe SpM menunjukkan buku-buku yang biasa dia gunakan untuk memberikan edukasi di TikTok.

KOTA MALANG, RADAR MALANG - Usia 83 tahun tidak menghalangi Dr dr Adelein Nannerl Pasariboe SpM untuk berkarya. Lewat pengetahuan dan keterampilannya, dia tetap bermanfaat untuk orang lain. Edukasi lewat TikTok jadi medianya.

NANNERL sudah pensiun sebagai dokter sejak 20 tahun yang lalu. Meski cukup lama, keterampilannya sebagai dokter spesialis mata tidak pernah pudar. Dia masih mengingat dengan jelas ilmu kedokteran yang dia pelajari sejak usia 17 tahun.

Baca Juga: Domi Pradana Putra, Dokter Spesialis Ortopedi Kembangkan Alat Pengisap Bedah

Selepas pensiun, Nannerl tak ingin berdiam saja. Pada Mei 2025, dia mulai berkenalan dengan aplikasi TikTok. Dia mengetahui aplikasi itu dari salah seorang teman yang menyarankannya untuk memberikan edukasi kesehatan di TikTok.

Semula, Nannerl tidak menggubris saran dari temannya. ”TikTok di luar pe mi kiran saya. Sebagai orang tua, TikTok isinya hanya video jogetjoget yang diunggah dengan durasi singkat,” kenang dia saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Klojen Lama kelamaan, Nannerl merasa penasaran. Dia lantas mempelajari TikTok secara mandiri dari internet. Selanjutnya, dia mencoba mengunggah video. Isinya mengenai pengalaman pribadi terkait kegagalannya mengelola keuangan.

Selanjutnya, dia juga mengunggah video edukasi kesehatan. ”Sehari minimal saya unggah satu video. Kalau sedang mood bisa dua sampai tiga video,” tambah pemilik nama asli Adelein Nannerl Witrya Pakasi tersebut.

Baca Juga: Spesialis Urologi Pastikan Vasektomi Minim Efek Samping dan Tak Ganggu Seksualitas

Tak disangka, beberapa video yang diunggahnya mendapat sambutan hangat dari pengguna TikTok. Bahkan ada video yang viral ditonton hingga satu juta pengguna. Banyak yang menilai video Nannerl menarik. Terutama yang memuat edu kasi kesehatan.

Mereka merasa edukasi yang disampaikan Nannerl cukup se derhana dan mudah di mengerti. Untuk mengunggah video, Nannerl biasanya mela kukan persiapan. Dia berdandan dengan cantik hingga membuat catatan terlebih dulu dalam buku.

Catatan singkat yang dibuat itu menjadi pedoman dirinya dalam menyampaikan edukasi di TikTok. Sembari merekam, Nannerl akan menunjukkan catatan-catatan yang dibuat nya. ”Karena saya kan belum bisa mengedit video seperti anak-anak muda lainnya. Jadi saya buat sesuai yang saya bisa,” sambung dia.

Kendati demikian, banyak yang merasa terbantu dengan video edukasi Nannerl. Bahkan, banyak pesan yang masuk ke akun TikToknya untuk berkon sultasi. Untuk lebih mempermudah menjawab pesan, Nannerl menyertakan kontak WhatsApp (WA) miliknya.

Di WA, Nannerl banyak menerima pertanyaan dari orang orang yang menonton videonya. Termasuk pasien-pasien lama yang dulu pernah memeriksakan diri saat Nannerl masih membuka praktik. ”Setiap hari bisa ada 30 orang yang mengirim pesan,” ucapnya.

Pertanyaan dari penonton video di TikTok pun bermacam macam. Salah satunya mitos membaca terlalu lama yang bisa menyebabkan mata buta. Nannerl pun membantah bahwa membaca terlalu lama tidak membuat mata buta. Sebaliknya mata akan bergerak aktif. Yang perlu diperbaiki justru jarak membaca.

Mitos lainnya terkait bahaya kuning telur. Padahal, kuning telur mengandung vitamin A yang baik untuk mata. Ada pula pertanyaan terkait penggunaan tetes mata untuk mata merah. ”Tuhan sudah memberi karunia berupa air mata. Justru jika mata merah, bisa diatasi dengan tidur dan memasang handuk kecil,” jelasnya.

Namun, tidak semua permasalahan mata bisa diselesaikan lewat TikTok. Pada beberapa kondisi tertentu seperti mata kabur hingga katarak, Nannerl akan menyarankan untuk me meriksakan diri ke dokter. ”Saya juga tidak pernah menarik biaya pada orang-orang yang konsultasi di WhatsApp,” tegas nenek yang memiliki 19 cucu dan 3 cicit tersebut.

Selama aktif di TikTok, Nannerl tidak memungkiri terkadang ada rasa lelah. Jika sudah lelah, Nannerl biasanya mencari kesibukan lain seperti merajut untuk healing. Unik nya, Nannerl tak hanya mendapat konsultasi. Dia juga pernah dilamar oleh orang asing berusia 52 tahun yang kebetulan menonton videonya.

Nannerl pun tidak merasa keberatan memberikan edukasi kesehatan lewat TikTok. Dia justru merasa dirinya berguna karena bisa mewariskan ilmu yang dimilikinya selama menjadi dokter spesialis mata.

Keinginan untuk terus memberikan edukasi juga bagian dari pesan-pesan orang tuanya yakni almarhum CA Pakasi dan almarhumah Prof Soe partinah Pakasi. Keduanya sama-sama pendidik.

”Saya lahir dari keluarga pendidik, tapi saat akan masuk kuliah, saya ditantang oleh ayah untuk menjadi dokter. Karena sudah tiga generasi menjadi pendidik semua,” tuturnya. Karena tantangan sang ayah, Nannerl lantas berupaya untuk melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga pada 1960.

Dia akhirnya berhasil menjadi spesialis mata tahun 1975. Ti dak berhenti sampai disana, dia juga melanjutkan pendidikan doktoral hingga bisa menjadi dosen sekaligus dokter di Universitas Brawijaya dan RSSA. (*/by)

Editor : A. Nugroho
#spesialis mata #konsultasi #spm #berkarya