RADAR MALANG – Penyakit mulut dan kuku atau biasa disebut dengan PMK merupakan penyakit menular yang menyerang hewan berkuku belah, seperti domba, sapi, kambing, unta, rusa, dan babi. Namun, penyakit ini tidak berlaku pada kuda, zebra, anjing, dan kucing.
PMK merupakan penyakit yang paling ditakuti oleh peternak. Hal ini karena dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan produksi daging dan susu hilang. Selain itu, pada hewan muda juga bisa berakibat fatal.
Baca Juga: Cat Lovers Wajib Tahu! Ini Manfaat Steril untuk Kesehatan Anabul
Penyakit ini disebabkan oleh virus Aphthovirus yang menyebar melalui cairan dari lepuh dan air liur hewan yang telah terinfeksi. Hewan dapat tertular apabila melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi atau dari benda yang telah terkontaminasi, seperti peralatan peternakan.
Virus PMK dapat bertahan dalam pakan, air, dan di permukaan hingga satu bulan, tergantung dengan suhu dan kondisi tanah. Di sisi lain, virus PMK juga dapat bertahan dalam jaringan hidup dan dalam napas, air liur, urine, dan ekskresi lain dari hewan yang terinfeksi.
Baca Juga: Catat Seribu Kasus Per Tahun, Pemkot Malang Gencarkan Skrining Tuberkulosis di 57 Kelurahan
Waktu masuknya virus hingga timbul gejala, sekitar 2-8 hari, tetapi virus dapat bertahan hingga 21 hari pasca infeksi. Namun, gejala PMK pasa setiap jenis hewan bisa bervariasi. Secara umum, penyakit ini menunjukkan berbagai gejala, sebagai berikut.
- Demam tinggi selama beberapa hari (hingga 39℃).
- Hewan tidak mau makan.
- Terjadi luka atau lepuh pada area (lidah, gusi, pipi bagian dalam, serta bibir).
- Terjadi luka atau lepuh pada keempat kaki hewan (tumit, celah kuku, hingga sepanjang batas kuku dengan kulit).
- Luka lepuh juga terjadi pada liang hidung, moncong, dan puting susu.
- Sapi yang terserang PMK mengeluarkan air liur berlebihan disertai busa.
- Terjadi penurunan produksi susu pada sapi perah.
- Pada babi, mengalami luka atau lepuh di kaki atau teracak kaki dan kelemahan.
- Pada hewan domba, kambing, dan rusa, mengalami luka lepuh kecil yang sulit dilihat.
Wabah PMK dapat dikendalikan dengan berbagai cara, seperti karantina, pembatasan pergerakan, pemusnahan hewan ternak yang terinfeksi dan berkontak, pembersihan dan disinfeksi tempat, peralatan, dan kendaraan yang terkontaminasi.
Baca Juga: Kenali Kandungan Skincare yang Aman bagi Ibu Hamil
Adapun bangkai hewan yang terinfeksi wajib dibuang dengan pembakaran, rendering, dan penguburan. Sedangkan, virus yang terdapat dalam susu dari sapi yang terinfeksi bisa dimatikan dengan memanaskannya hingga 100 ℃ selama lebih dari 20 menit. PMK juga dapat dicegah dengan vaksinasi untuk membangun kekebalan kawanan.
Namun, jika hewan telah terinfeksi, segera isolasi dari kawanan yang lain dan beri vitamin A, D, dan E untuk meningkatkan kekebalan tubuh hewan, memberikan analgesik atau antipiretik guna meredakan nyeri dan demam, serta lakukan pembersihan luka pada kaki dan mulut agar tidak terjadi infeksi sekunder dari bakteri.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Ini Waktu yang Tepat untuk Ganti Handuk
Editor : Aditya Novrian