Seiring bertambahnya usia, protein pada lensa mata akan menggumpal dan secara perlahan membuat lensa mata menjadi keruh atau berkabut. Kondisi ini merupakan proses terjadinya katarak yang menyebabkan kemampuan lensa mata dalam memfokuskan cahaya dapat menurun sehingga penglihatan menjadi terganggu atau bahkan mengalami kebutaan total.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Benarkah Kutu Kucing Bisa Menular ke Manusia? Simak Penjelasan Berikut
Adapun tipe katarak dibagi menjadi beberapa tingkatan berdasarkan derajat kekeruhan lensa. Berikut penjelasannya.
1. Gradasi 1: Katarak baru muncul.
2. Gradasi 2: Penglihatan mulai terganggu, terutama saat malam hari.
3. Gradasi 3: Penglihatan menurun hingga di bawah 50%.
4. Gradasi 4: Penglihatan sangat menurun, hanya sekitar 10%.
5. Gradasi 5: Kekeruhan lensa sudah menyeluruh, berwarna putih total dan menyebabkan kebutaan.
Umumnya, katarak disebabkan oleh proses degenerasi akibat penuaan. Lensa mata akan kehilangan elastisitas dan kejernihannya. Namun, terdapat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko katarak, antara lain.
- Terjadi benturan pada mata (katarak traumatik).
- Infeksi berat pada mata.
- Memiliki penyakit gula (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol.
- Riwayat keluarga.
- Merokok.
- Mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka panjang.
- Kerap mengonsumsi minuman beralkohol.
- Obesitas.
- Menderita hipertensi.
- Terkena paparan sinar matahari dalam waktu yang lama.
- Selain itu, katarak juga dapat terjadi pada bayi yang baru lahir jika sang ibu mengalami infeksi selama kehamilan, seperti rubella yang membuat bayi mengalami katarak kongenital.
Baca Juga: Mengenal Virus PMK yang Ditakuti Peternak Sapi
Katarak hanya bisa diobati melalui operasi dengan melibatkan pengangkatan lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan (implan lensa intraokular).
Penyakit katarak tidak sepenuhnya dapat dicegah karena penyakit ini merupakan bagian dari proses degenerasi alami pada tubuh. Meski demikian, terdapat beberapa cara untuk memperlambat katarak dengan menjaga kesehatan tubuh. Misalnya, mengontrol gula darah bagi penderita diabetes serta menghindari paparan sinar UV secara berlebihan.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Ini Waktu yang Tepat untuk Ganti Handuk
Editor : Aditya Novrian