Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pencinta Anabul Merapat! Ini Penyebab Penyakit FLUTD pada Kucing

Marsha Nathaniela • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:25 WIB
FLUTD pada kucing dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. (Freepik).
FLUTD pada kucing dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. (Freepik).

RADAR MALANG – Penyakit Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) menyerang saluran kemih bagian bawah pada kucing. Kondisi ini menyebabkan anabul mengalami rasa sakit, tidak nyaman, hingga berakibat fatal jika ditangani dengan cepat.

Penyakit FLUTD lebih sering menyerang kucing jantan dan membuatnya kesulitan saat buang air kecil. Hal ini karena anatomi saluran kemih kucing jantan lebih sempit daripada kucing betina.

Baca Juga: Waspada Katarak! Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya

Adapun FLUTD disebabkan oleh berbagai faktor, sebagai berikut.

1. Infeksi bakteri, terjadi saat bakteri masuk ke saluran kemih anabul.

2. Batu pada kandung kemih (urolithiasis), yakni pembentukan kristal di dalam saluran kemih dan menyebabkan penyumbatan atau iritasi.

3. Obstruksi uretra atau penyumbatan uretra, paling sering terjadi pada kucing jantan berusia 1-10 tahun.

Selain itu, FLUTD juga disebabkan oleh anabul yang mengalami stres, pola makan yang tidak tepat, dan jarang mengonsumsi air.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: Benarkah Kutu Kucing Bisa Menular ke Manusia? Simak Penjelasan Berikut

Bagi pemilik anabul, mengenali penyebab FLUTD sejak dini merupakan langkah yang tepat agar kucing dapat segera mendapatkan penanganan. Berikut sejumlah gejala umum FLUTD yang dialami oleh anabul.

1. Kerap pergi ke kotak pasir, tetapi hanya mengeluarkan urine yang sedikit atau tidak sama sekali.

2. Mengeong atau mengejan kesakitan setiap kali buang air kecil.

3. Kucing sering menjilat area kemaluan.

4. Terdapat darah dalam urine.

5. Anabul lebih banyak diam, lemas, hingga tidak nafsu makan.

6. Kucing kerap pipis sembarangan, seperti di karpet, lantai, atau tempat lain.

Apabila kucing peliharaan Anda mengalami berbagai gejala tersebut, segera periksakan ke dokter hewan untuk mencegah berbagai risiko fatal yang dapat membahayakan anabul.

Baca Juga: Mengenal Virus PMK yang Ditakuti Peternak Sapi

Dokter hewan akan melakukan diagnosis dan penanganan, seperti menyarankan makanan basah bagi kucing, meresepkan obat, hingga katerisasi untuk mengeluarkan sumbatan jika diperlukan.

Selain itu, Anda juga harus mendorong kucing untuk minum lebih banyak air atau menyediakan lingkungan yang menenangkan bagi kucing untuk mengurangi stres pada anabul.

Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Ini Waktu yang Tepat untuk Ganti Handuk

Editor : Aditya Novrian
#flutd #gejala flutd #anabul #kucing