Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Adopsi Kucing Baru? Ketahui Jenis Vaksin Ini untuk Kesehatan Anabulmu

Marsha Nathaniela • Rabu, 6 Mei 2026 | 14:25 WIB
Terdapat berbagai jenis vaksin yang bisa melindungi kucing dari infeksi virus dan bakteri. (Freepik).
Terdapat berbagai jenis vaksin yang bisa melindungi kucing dari infeksi virus dan bakteri. (Freepik).

RADAR MALANG - Vaksin pada kucing sangat penting untuk diberikan karena dapat melindunginya dari berbagai jenis penyakit. Anabul dapat menerima vaksin mulai dari usia 6-8 minggu, kemudian akan diberi vaksin lanjutan setiap 3-4 minggu sampai berusia empat bulan.

Terdapat dua jenis vaksin kucing yang dapat diberikan, yakni vaksin inti yang dapat disuntikkan kepada semua kucing untuk mencegah penyakit yang umum terjadi, serta vaksin noninti untuk pencegahan penyakit tertentu.

Baca Juga: Mengenal Virus PMK yang Ditakuti Peternak Sapi

Berikut berbagai macam vaksin inti yang wajib Anda ketahui.

1. Vaksin Rabies

Penyakit rabies merupakan infeksi dari virus rabies yang mematikan dan dapat menular ke hewan, bahkan manusia. Kucing yang menderita rabies menunjukkan beberapa gejala, seperti berperilaku agresif, kejang, dan keluar air liur.

Vaksin rabies sangat penting diberikan untuk anabul karena sebagian besar kasus ini dapat berakibat fatal hingga kematian.

2. Vaksin Feline Calicivirus (Vaksin FCV)

Vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit feline calicivirus yang dapat menyerang saluran pernapasan atas pada kucing, yakni hidung, mulut, dan tenggorokan. Pada kasus yang berat, kucing akan mengalami dehidrasi karena terjadi kerusakan hati, susah untuk makan ataupun minum, terjadi pembengkakan pada saluran pernapasan, hingga berujung kematian.

Baca Juga: Warna Feses Penentu Kondisi Tubuh, Ini Ciri-ciri yang Wajib Diketahui

3. Vaksin Feline Rhinotracheitis (Vaksin FHV-1)

Vaksin ini juga berfungsi untuk melindungi kucing dari gangguan saluran pernapasan. Meski pernah sembuh, penyakit ini bisa kambuh. Adapun gejala kucing yang menderita infeksi virus ini adalah keluarnya cairan dari hidung dan mata, sariawan, hingga pneumonia.

4. Vaksin Feline Panleucopenia (Vaksin FPV)

Vaksin FPV dapat melindungi kucing dari infeksi virus parvovirus yang dapat membuat kucing mengalami penurunan nafsu makan, muntah, serta diare. Namun, pada kasus yang berat, virus ini juga menyerang sel-sel pada usus dan sumsum tulang belakang.

Baca Juga: Jangan Asal Mencabut Uban! Ini Dampak yang Terjadi pada Kulit Kepala

Sementara itu, vaksin noninti dapat diberikan pada kucing berdasarkan gaya hidupnya, lingkungan, serta potensi penyakit tertentu. Oleh karena itu, vaksin ini biasanya ditentukan oleh dokter hewan, apakah anabul perlu mendapatkannya atau tidak.

1. Vaksin Feline Leukimia

Vaksin ini digunakan untuk melindungi kucing dari virus feline leukimia yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh kucing sehingga membuatnya rentan terkena infeksi lain dan juga memicu penyakit kanker.

2. Vaksin Chlamydophila Feils

Vaksin ini dipertimbangkan untuk kucing yang hidup di tempat penampungan. Bakteri chlamydophila feils ini menyebabkan radang mata (konjungtivitis) dan gejala pernapasan ringan.

Baca Juga: Tanpa Obat Khusus, Ini Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid

3. Vaksin Bordetella Bronchiseptica

Vaksin ini dapat melindungi kucing dari bakteri bordetella bronchiseptica yang menyebabkan terjadinya infeksi saluran pernapasan atas. Umumnya, jenis vaksin ini dianjurkan untuk kucing yang berada di tempat penitipan dan pameran kucing.

Dengan mengetahui berbagai macam vaksin tersebut, dianjurkan untuk segera membawa anabul menuju dokter hewan agar mendapatkan rekomendasi vaksin yang tepat. Hal ini bertujuan agar kucing dapat terhindar dari segala jenis infeksi maupun penyakit yang bisa membahayakan kesehatannya.

Baca Juga: Waspada Katarak! Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya

Editor : Aditya Novrian
#vaksin kucing #anabul #Vaksin #kucing