Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fenomena Hamil di Luar Rahim: Kenali Penyebab dan Gejalanya

Marsha Nathaniela • Rabu, 6 Mei 2026 | 15:25 WIB
Hamil di luar rahim harus segera ditangani karena dapat menimbulkan komplikasi yang serius pada ibu hamil. (Freepik).
Hamil di luar rahim harus segera ditangani karena dapat menimbulkan komplikasi yang serius pada ibu hamil. (Freepik).

RADAR MALANG – Hamil di luar rahim terdengar mustahil, tetapi nyata adanya. Kondisi ini disebut kehamilan ektopik yang dapat membahayakan nyawa ibu hamil.

Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang telah dibuahi, tertanam dan tumbuh di luar rahim, seperti di indung telur, tuba falopi, leher rahim, atau rongga perut. Kasus medis ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya memiliki penyakit radang panggul, kelainan pada tuba falopi, melakukan perawatan kesuburan, menggunakan alat kontrasepsi tertentu, serta sering merokok.

Namun, kehamilan di luar rahim ini sering tidak disadari oleh para ibu karena terkadang tidak menimbulkan gejala. Sebagian ibu dapat merasakan gejala saat usia kandungannya memasuki minggu ke-4 hingga ke-12.

Baca Juga: Waspada Katarak! Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya

Adapun gejala tersebut, meliputi nyeri di area panggul bagian bawah, perdarahan pada vagina, rasa sakit pada anus saat buang air besar, serta rasa tidak nyaman saat buang air kecil. 

Kemudian, apabila usia kehamilan bertambah, kondisi tersebut menimbulkan komplikasi berupa perdarahan akibat tuba falopi yang pecah. Para ibu akan merasakan beberapa gejala, seperti nyeri perut yang hebat secara mendadak, tekanan darah rendah, nyeri pada bahu, pusing, hingga pingsan.

Gejala ini berkembang paling cepat pada minggu keempat hingga minggu ke-12 masa kehamilan. Meski demikian, kondisi tersebut lebih sering terjadi pada minggu keenam hingga kesembilan.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: Benarkah Kutu Kucing Bisa Menular ke Manusia? Simak Penjelasan Berikut

Untuk menghindari risiko terjadinya kehamilan di luar rahim, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai berikut.

1. Menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan melakukan pemeriksaan rutin untuk menghindari adanya infeksi menular seksual.

2. Berhenti merokok karena dapat merusak tuba falopi yang memicu terjadinya kehamilan ektopik.

3. Konsultasi ke dokter secara rutin saat hamil atau jika memiliki faktor risiko kehamilan ektopik agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Kehamilan ektopik harus segera ditangani, baik dengan obat maupun operasi agar ibu hamil tidak mengalami komplikasi serius. Misalnya, perdarahan internal hingga kerusakan tuba falopi yang membuat wanita kesulitan hamil di kemudian hari.

 Baca Juga: Pencinta Anabul Merapat! Ini Penyebab Penyakit FLUTD pada Kucing

 

 

 

 

Editor : Aditya Novrian
#kehamilan ektopik #hamil di luar kandungan #hamil di luar nikah