Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Update Hantavirus: Menkes Budi Gunadi Koordinasi dengan WHO Terkait Ancaman Hantavirus di Indonesia

Satya Eka Pangestu • Jumat, 8 Mei 2026 | 15:07 WIB
Illustrasi Hantavirus
Illustrasi Hantavirus

JAKARTA, RADAR MALANG – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius bukan awal pandemi baru, meski telah menelan tiga korban jiwa hingga Rabu (6/5).

Hingga 4 Mei 2026, tercatat delapan kasus teridentifikasi dalam klaster tersebut, namun WHO menilai risiko penyebaran global masih rendah karena pola penularannya yang memerlukan kontak fisik sangat dekat.

Baca Juga: Waspada Hantavirus! Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

"Ini bukan next COVID, tapi ini adalah penyakit menular serius," tegas Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi WHO, terkait evakuasi pasien yang dilakukan di Tanjung Verde, pesisir barat Afrika

Kronologi Ditemukannya Hanavirus di MV Hondius

Evakuasi medis besar-besaran dilakukan pada Rabu, 6 Mei 2026, terhadap penumpang kapal MV Hondius yang terdeteksi terinfeksi Hantavirus.

Baca Juga: Gaji Guru Cair Langsung ke Rekening! Simak 15 Program Presiden Prabowo untuk Majukan Pendidikan Indonesia

Kapal yang dikelola oleh Oceanwide Expeditions ini memulai perjalanan dari Usuaya, Argentina, pada 1 April 2026 dan dijadwalkan tiba di Spanyol pada 10 Mei mendatang.

Dari delapan kasus yang diselidiki hingga saat ini, lima di antaranya telah dipastikan positif, termasuk tiga kematian yang melibatkan warga negara Belanda dan Jerman.

Investigasi menunjukkan adanya potensi penularan antar-manusia melalui kontak sangat dekat, terutama pada pasangan suami-istri dan dokter yang merawat pasien di atas kapal.

Baca Juga: Viral Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu, Mensos Pastikan Itu Hanya Batas Atas Anggaran

Fenomena ini menjadi perhatian khusus karena Hantavirus biasanya hanya menular melalui paparan kotoran atau urin hewan pengerat yang terinfeksi.

Gejala yang Dirasakan Penderita dan Kasusnya di Indonesia 

Infeksi Hantavirus dapat berkembang menjadi kondisi fatal seperti Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dengan gejala demam, lemas, dan nyeri otot hebat.

Baca Juga: Perempuan Wajib Tahu! Ini Tanda-Tanda Menstruasi Tidak Normal

Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, berkisar antara 38% hingga 50% pada kasus yang menyerang paru-paru dan ginjal.

Di Indonesia, pemerintah melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah berkoordinasi dengan WHO untuk memperkuat pedoman deteksi dini.

Baca Juga: Penjual Miras di Kota Malang Diminta Lakukan Banyak Sosialisasi, Warga yang Menemukan Maladministrasi Diharapkan Melapor

Hal ini berkaca pada temuan delapan kasus Hantavirus di Indonesia pada Juni 2025 yang tersebar di Jawa Barat, Yogyakarta, NTT, dan Sulawesi Utara.

Meskipun seluruh pasien pada tahun lalu dinyatakan sembuh, kemunculan klaster kapal pesiar ini menjadi pengingat pentingnya pola hidup bersih untuk mencegah kontak dengan hewan penular.

Editor : Aditya Novrian
#hantavirus #MV Hondius #who #Budi Gunadi Sadikin #menteri kesehatan