Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenal Preeklampsia, Komplikasi Kehamilan yang Wajib Diwaspadai Ibu Hamil

Marsha Nathaniela • Senin, 11 Mei 2026 | 14:25 WIB
Preeklampsia menjadi penyebab kematian maternal kedua setelah perdarahan. (Magnific).
Preeklampsia menjadi penyebab kematian maternal kedua setelah perdarahan. (Magnific).

RADAR MALANG – Dalam dunia kesehatan, preeklampsia dikenal sebagai komplikasi kehamilan yang cukup berbahaya, ditandai dengan peningkatan tekanan darah pada ibu hamil yang disertai protein dalam urine.

Melansir dari Kemenkes, dari seluruh penyebab langsung kematian maternal, preeklampsia berada di posisi kedua terbanyak setelah perdarahan.

Preeklampsia terjadi saat pembuluh darah mengalami gangguan pada fungsinya. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih menyempit, serta memiliki respons yang tidak biasa terhadap sinyal hormonal. Akibatnya, pasokan darah yang mencapai plasenta menjadi terbatas.

Baca Juga: Jarang Diketahui! Daun Cincau Memiliki Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Adapun penyebab pembuluh darah menjadi tidak berfungsi dengan normal, di antaranya karena faktor genetik, kurangnya aliran darah menuju rahim, kerusakan pada pembuluh darah, serta terjadi masalah pada sistem imun tubuh.

Risiko mengalami preeklampsia dapat meningkat apabila usia ibu hamil di atas 35 tahun, obesitas, hamil anak kembar, memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes tipe 1 dan 2, masalah ginjal, gangguan pembuluh darah, hamil di usia lebih dari 40 tahun atau kurang dari 20 tahun, kehamilan pertama, serta pernah memiliki riwayat preeklampsia sebelumnya.

Sedangkan, gejala yang dapat dirasakan ibu hamil saat mengalami preeklampsia, yaitu tekanan darah tinggi, urine mengandung protein, edema kaki, nyeri kepala, mual dan muntah, nyeri epigastrik, nyeri pada bahu dan punggung bawah, serta terjadi kenaikan berat badan secara drastis.

Baca Juga: Perempuan Wajib Tahu! Ini Tanda-Tanda Menstruasi Tidak Normal

Pada preeklampsia ringan, tekanan darah menjadi 140/90 MmHg atau terjadi kenaikan diastolik sebanyak 15 MmHg atau lebih.

Selain itu, ibu hamil yang mengalami preeklampsia juga ditandai dengan kenaikan sistolik sebsesar 30 MmHg atau lebih pada usia kehamilan 20 minggu dengan riwayat tekanan darah yang sebelumnya normal. Di sisi lain, pada preeklampsia berat, tekanan darah dapat mencapai 160/110 MmHg atau lebih.

Dengan demikian, ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter guna mendeteksi terjadinya preeklampsia atau tidak. Hal ini bertujuan agar ibu hamil segera mendapatkan penanganan dan pemantauan sejak dini sehingga dapat terhindar dari kondisi yang dapat membahayakan nyawa ibu hamil.

Baca Juga: Ini Alasan Pria Rentan Mengalami Kebotakan daripada Wanita

Editor : Aditya Novrian
#preeklampsia #komplikasi kehamilan