Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspada Malaria! Penyakit Mematikan yang Ditularkan oleh Nyamuk Anopheles Betina

Marsha Nathaniela • Senin, 11 Mei 2026 | 15:25 WIB
Nyamuk anopheles betina dapat menularkan parasit plasmodium, penyebab penyakit malaria. (Magnific).
Nyamuk anopheles betina dapat menularkan parasit plasmodium, penyebab penyakit malaria. (Magnific).

RADAR MALANG – Malaria merupakan penyakit mematikan yang disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium, ditularkan dari gigitan nyamuk anopheles betina.

Seseorang berisiko tinggi menderita malaria apabila tinggal atau bepergian ke daerah endemis malaria, memiliki imun yang lemah, tidak menggunakan pelindung diri dari gigitan nyamuk, serta ibu hamil.

Melansir dari Kemenkes, penyakit malaria terjadi karena infeksi parasit plasmodium yang terbagi menjadi empat jenis, antara lain: 

Plasmodium Vivax: Parasit ini terbilang paling banyak dan umum terjadi. Gejala yang dirasakan seseorang, meliputi demam, menggigil, diare, kelelahan, serta melemahkan sistem imun tubuh.

Baca Juga: Mengenal Preeklampsia, Komplikasi Kehamilan yang Wajib Diwaspadai Ibu Hamil

Plasmodium Falciparum: Parasit ini banyak ditemukan di Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Penyakit malaria tropika ini dapat menimbulkan gangguan pada otak dan sistem saraf, hingga kelumpuhan dan kejang, apabila tidak ditangani dengan baik.

Plasmodium Malariae: Penyakit akibat parasit ini jarang terjadi, tetapi gejala yang akan timbul, di antaranya demam dan menggigil, setiap empat hari sekali.

Plasmodium Ovale: Penyakit ini banyak ditemukan di Afrika, Ghana, Nigeria, dan Liberia, tetapi jarang terjadi. Gejala yang timbul, berupa deman, menggigil, nyeri sendi, serta diare. Parasit jenis plasmodium ovale ini dapat menetap di organ hati hingga empat tahun dan bisa kambuh kembali.

Baca Juga: Jarang Diketahui! Daun Cincau Memiliki Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Di Indonesia sendiri, penyakit malaria sering ditemukan karena infeksi dari parasit plasmodium falciparum dan parasit plasmodium vivax.

Meski malaria tidak dapat ditularkan melalui kontak langsung antarmanusia, malaria dapat menyebar ke orang lain melalui jarum suntik, transplantasi organ, transfusi darah, serta dari ibu ke bayi dalam kandungan.

Di sisi lain, gejala penyakit malaria yang umum terjadi dapat muncul setelah beberapa minggu tergigit nyamuk dan terinfeksi parasit plasmodium, seperti demam, menggigil, sakit kepala, berkeringat, lesu, letih, mual, sakit perut, muntah, diare, nyeri otot, tidak nafsu makan, napas terasa cepat, serta detak jantung meningkat.

Dengan demikian, segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala tersebut untuk mendapatkan penanganan dan pemantauan yang tepat sehingga terhindar dari risiko yang lebih serius.

Baca Juga: Update Hantavirus: Menkes Budi Gunadi Koordinasi dengan WHO Terkait Ancaman Hantavirus di Indonesia

Editor : Aditya Novrian
#nyamuk anopheles #Penyakit Mematikan #malaria