RADAR MALANG – Penyakit chagas merupakan penyakit zoonotic yang perlu diwaspadai karena dapat menular dari hewan vertebrata ke manusia, maupun sebaliknya.
Penyakit yang kerap disebut sebagai kissing bug ini berasal dari trypanosoma cruzi, sejenis parasit berupa serangga, seperti kutu dan kecoa.
Penyakit chagas lebih sering terjadi di Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Meksiko yang merupakan habitat asal serangga triatomine. Lantaran penyakit ini kerap ditemukan di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, penyakit chagas juga disebut sebagai american trypanosomiasis.
Baca Juga: Suhu Tubuh Tembus 40 Derajat Celsius, Heatstroke Bisa Rusak Organ hingga Mengancam Nyawa
Serangga penyebar parasit penyebab penyakit chagas berasal dari genus triatoma, yakni triatoma infestans, rhodnius prolixus, dan panstrongyius megistus. Parasit tersebut tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui mata, mulut, atau luka yang terbuka.
Melansir dari Kemenkes, parasit ini juga dapat menular melalui beberapa faktor, antara lain.
1. Memperoleh transfusi darah atau donor organ dari penderita penyakit chagas.
2. Menjelajahi hutan atau area hewan liar yang telah terinfeksi penyakit chagas.
3. Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi tinja serangga kissing bug.
4. Ibu hamil yang terinfeksi penyakit chagas dapat menularkan ke janinnya.
Baca Juga: Mengenal Preeklampsia, Komplikasi Kehamilan yang Wajib Diwaspadai Ibu Hamil
Adapun gejala yang timbul akibat penyakit chagas terbagi menjadi dua, yaitu fase akut dan fase kronis.
Pada fase akut, penderita akan mengalami sejumlah gejala, seperti bengkak di bagian yang tergigit serangga, mual, muntah, diare, demam, lelah, lemas, ruam kulis, kelopak mata bengkak, tidak nafsu makan, hingga pembengkakan pada hati atau limpa. Biasanya gejala tersebut akan berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.
Sementara itu, pada fase kronis, gejala dapat muncul 10-20 tahun setelah terinfeksi penyakit chagas. Adapun keluhan yang dirasakan oleh penderita, antara lain sakit perut, sembelit, sulit menelan, gangguan pada irama jantung, hingga henti jantung mendadak.
Baca Juga: Jarang Diketahui! Daun Cincau Memiliki Segudang Manfaat untuk Kesehatan
Selain itu, pada beberapa kasus penyakit chagas, penderita juga bisa mengalami peradangan pada otot jantung atau selaput jantung.
Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, terutama saat bepergian ke daerah endemis atau telah tergigit oleh serangga, segera lakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hal ini bertujuan agar penyakit chagas tidak berkembang ke fase kronis sehingga risiko terjadinya komplikasi dapat dihindari.
Baca Juga: Perempuan Wajib Tahu! Ini Tanda-Tanda Menstruasi Tidak Normal
Editor : Aditya Novrian