RADAR MALANG – Fistula ani merupakan kondisi medis yang membuat area sekitar anus membengkak, terasa nyeri, serta terdapat nanah yang berbau busuk keluar saat buang air besar.
Kasus fistula ani terjadi saat infeksi yang berkembang menjadi abses di area anus. Akibatnya, terbentuk saluran abnormal yang menghubungkan ujung usus besar atau rektum dengan kulit di area anus.
Baca Juga: Jarang Diketahui! Serangga Ini Jadi Penyebab Penyakit Chagas yang Menular ke Manusia
Selain karena abses anus, fistula ani juga terbentuk karena beberapa faktor sebagai berikut.
- Cedera pada anus.
- Fisura ani atau robekan pada anus.
- Tumor atau kanker pada usus besar.
- Mengalami penyakit menular seksual.
- Infeksi bakteri, seperti tuberkulosis.
- Menderita penyakit crohn atau peradangan kronik pada sistem pencernaan.
Fistula ani kerap terjadi pada pria dan muncul pertama kali saat berusia 40 tahun. Namun, terdapat beberapa sebab seseorang menderita fistula ani, di antaranya penderita memiliki penyait diabetes, merokok, obesitas, atau memiliki kadar kolestrol yang tinggi.
Baca Juga: Tak Hanya DBD, Nyamuk Aedes Aegypti Juga Sebabkan Penyakit Chikungunya Ini Penjelasan Medisnya!
Sementara itu, gejala yang dapat dirasakan oleh penderita fistula ani, sebagai berikut.
1. Tercium bau yang tidak sedap pada area anus.
2. Terjadi perdarahan yang keluar dari anus.
3. Nyeri dan bengkak di sekitar anus.
4. Keluar nanah dari area anus.
5. Terjadi iritasi di sekitar area anus.
6. Demam, meriang, serta kelelahan.
Apabila tidak segera ditangani, penyakit fistula ani dapat berkembang menjadi komplikasi. Misalnya, terjadi abses perianal, infeksi yang berulang, kehilangan fungsi otot sphincter, komplikasi pasca operasi, kesulitasn mengontrol buang air besar, hingga gangguan psikologis.
Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala fistula ani, segera lakukan pemeriksaan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sehingga dapat terhindar dari komplikasi serius yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.
Baca Juga: Suhu Tubuh Tembus 40 Derajat Celsius, Heatstroke Bisa Rusak Organ hingga Mengancam Nyawa
Editor : Aditya Novrian