MALANG KOTA, RADAR MALANG - Dalam dua tahun terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat ada 101 orang dengan HIV (ODHIV) yang putus berobat. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar menyebut, sepanjang 2025 lalu ada 477 ODHIV baru yang ditemukan.
”Dari jumlah itu, yang putus berobat ada 88 orang,” ungkapnya. Sementara selama Januari sampai 12 Mei 2026, tercatat ada 143 ODHIV baru. Kemudian yang putus berobat ada 13 orang. Menurut Meifta, ODHIV yang terdata tersebut tidak hanya berasal dari Kota Malang.
”Kami melayani seluruh WNI yang menjalani layanan pengobatan di Kota Malang,” tegas dia. Meifta melanjutkan, ada sejumlah alasan yang membuat ODHIV putus berobat. Salah satunya pengobatan yang harus dilakukan seumur hidup.
Kemudian ada juga yang setelah dinyatakan positif HIV/AIDS merasa tidak percaya. ”Mereka denial atau ragu-ragu, bahkan menolak. Akhirnya tidak menjalani pengobatan,” sambung pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Ke depan, Meifta memastikan bakal terus melakukan pemantauan. Tidak hanya terhadap ODHIV yang berobat ke 16 Puskesmas dan 28 rumah sakit di Kota Malang. Namun juga ODHIV yang putus berobat.
”Untuk ODHIV yang putus berobat akan terus kami lacak (tracing). Pelacakan kami lakukan bersama faskes hingga komunitas seperti Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Damar dan Mahameru,” beber Meifta.
Setelah ditemukan, para ODHIV akan mendapat pendampingan untuk bisa melanjutkan pengobatan. Selama menjalani pengobatan, para ODHIV akan dipantau kondisi kesehatannya. Termasuk memantau viral load atau jumlah partikel virus HIV/AIDS dalam tubuh. Mereka juga bisa mengakses antiretroviral (ARV). (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra