Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penyakit Difteri Menyerang Segala Usia, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Marsha Nathaniela • Jumat, 15 Mei 2026 | 10:25 WIB
Difteri dapat berkembang menjadi infeksi yang serius. (Magnific).
Difteri dapat berkembang menjadi komplikasi yang serius. (Magnific).

RADAR MALANG – Difteri ditandai dengan munculnya lapisan abu-abu tebal pada area hidung, tenggorokan, lidah, atau saluran udara. Penyakit ini dapat menular melalui batuk, bersin, hingga luka terbuka.

Melansir dari laman resmi Kemenkes, difteri disebabkan oleh infeksi bakteri corynebacterium diphteriae. Bakteri tersebut melepaskan racun yang kemudian menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan terbentuknya lapisan abu-abu tebal pada lidah atau tenggorokan.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Sengatan Tawon Ndas Picu Reaksi Alergi hingga Mengancam Nyawa

Tanpa memandang usia, penyakit ini menyerang selaput lendir serta tenggorokan sehingga berisiko menimbulkan infeksi serius.

Pada kasus yang berat, penyakit ini juga merusak organ tubuh, seperti jantung, otak, dan ginjal yang dapat menyebabkan komplikasi hingga mengancam nyawa.

Baca Juga: Seputar Penyakit Trakhoma: Penyebab Utama Kebutaan Menular di Dunia, Sering Terjadi pada Anak-Anak

Adapun seseorang yang terkena difteri umumnya disebabkan oleh berbagai faktor sebagai berikut.

Di sisi lain, gejala difteri muncul antara 2 hingga 5 hari setelah penderita terinfeksi. Gejala tersebut berupa sakit tenggorokan, suara serak, muncul lapisan berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel, batuk, pilek, demam, menggigil, lemas, serta muncul benjolan di leher.

Baca Juga: Mengenal Fistula Ani, Gangguan pada Area Anus yang Tidak Boleh Diabaikan

Sementara itu, difteri juga dapat menimbulkan gejala yang berat, misalnya gangguan penglihatan, keringat dingin, sesak napas, jantung berdebar, dan kulit menjadi pucat atau membiru.

Pada kasus ini, penderita harus segera ke IGD rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang cepat. Hal ini karena difteri tergolong ke dalam penyakit yang serus dan harus ditangani dengan segera. Menurut data statistik, 1 dari 10 pasien difteri meninggal dunia, meskipun telah mendapatkan pengobatan.

 Baca Juga: Waspada Penyakit Kuning! Kenali Penyebab dan Gejalanya

Editor : Aditya Novrian
#penyebab difteri #gejala difteri #difteri