RADAR MALANG – TORCH merupakan kelompok penyakit infeksi yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu hamil dan janin dalam kandungan. Infeksi ini meliputi Toxoplasma, Other Infection (Chlamydia, HIV, Hepatitis, dan lain-lain), Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes.
Melansir dari Halodoc dan Alodokter, infeksi TORCH menimbulkan bebrapa kondisi, seperti keguguran, janin tidak selamat, janin mengalami kecacatan pada bagian saraf mata, otak, paru-paru, telinga, atau fungsi motorik lainnya, bayi terlahir prematur, bayi berisiko memiliki cacat bawaan yang menetap berupa asma, cerebral palsy, hingga masalah perkembangan pada otak anak.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Virus Penyebab Gondongan dan Cara Pencegahannya
Dengan demikian, ibu hamil perlu mengetahui apa itu infeksi TORCH yang terbagi ke dalam lima jenis penyakit infesi, sebagai berikut.
1. Toksoplasmosis
Penyakit ini merupakan infeksi yang dipicu oleh parasit toxoplasma gondil, disebabkan oleh kontak langsung dengan kotoran kucing yang terinfeksi parasit atau mengonsumsi makanan yang belum matang sempurna. Gejala yang ditumbulkan oleh parasit ini, meliputi influenza, demam, lelah, dan malaise. Namun, adapula ibu hamil yang tidak merasakan gejala apapun sehingga perlu pemeriksaan laboratorium untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Baca Juga: Penyakit Difteri Menyerang Segala Usia, Kenali Penyebab dan Gejalanya
2. Other Infection
Infeksi lain ini meliputi HIV/AIDS, infeksi parvovirus B19, virus zika, sifilis, atau cacar air. Sejumlah penyakit tersebut menimbulkan gejala yang berbeda, tetapi infeksi ini dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat proses persalinan.
3. Rubella
Rubella atau campak Jerman menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran. Sedangkan, pada bayi yang tertular akan mengalami kelainan bawaan, seperti gangguan penglihatan. Adapun gejala dari rubela berupa munculnya ruam ruam di tubuh selama hamil, demam, batuk, nyeri sendi, dan sakit kepala.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Sengatan Tawon Ndas Picu Reaksi Alergi hingga Mengancam Nyawa
4. Cytomegalovirus atau CMV
Infeksi ini disebabkan oleh virus cytomegalo yang termasuk dalam golongan virus herpes. Ibu hamil yang mengalami infeksi CMV akan mengalami demam yang naik turun selama tiga minggu atau lebih. Infeksi ini menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran, kerusakan otak pada janin, gangguan tumbuh kembang, penyakit jantung bawaan, kelahiran prematur, dan berat badan tergolong rendah.
5. Herpes Simpleks Tipe II
Penyakit ini dipicu oleh virus herpes simplex tipe II yang menular melalui kontak langsung, misalnya pada cairan tubuh, ludah, atau luka. Di sisi lain, virus ini juga bisa menular melalui hubungan seks. Adapun gejala yang akan timbul, nyeri otot, mual, demam, lelah, serta muncul luka pada miss V yang menyebabkan bumil merasakan nyeri saat buang air kecil.
Dengan demikian, ibu hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini atau saat merencanakan kehamilan. Hal ini bertujuan agar kondisi tubuh saat hamil terbebas dari infeksi dan juga mencegah komplikasi yang serius pada janin.
Baca Juga: Seputar Penyakit Trakhoma: Penyebab Utama Kebutaan Menular di Dunia, Sering Terjadi pada Anak-Anak
Editor : Aditya Novrian