RADAR MALANG – Seluruh delegasi AS dilaporkan membuang sejumlah barang pemberian dari Tiongkok setelah melakukan pertemuan pada 14 Mei 2026. Keputusan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dari potensi penyadapan atau spionase siber Tiongkok.
Melansir dari Jawa Pos, sebelumnya Presiden Donald Trump dan rombongannya mengunjungi negara China selama dua hari dan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping, pada Kamis (14/5) di Beijing.
Baca Juga: Tarik Mundur Operasi, Trump Hentikan Sementara Project Freedom di Selat Hormuz
Pertemuan itu menarik perhatian internasional lantaran dianggap sebagai langkah strategis dalam meredakan ketegangan hubungan antara AS dan Tiongkok yang sebelumnya memanas akibat konflik dagang.
Di sisi lain, terlihat sejumlah pejabat AS dan anggota pers Gedung Putih membuang seluruh barang pemberian dari Tiongkok ke tempat sampah di dekat tangga pesawat Air Force One, sebelum mereka berangkat menuju Washington.
Baca Juga: Ribuan Jamaah Haji Asal Kota Malang Mulai Bergeser ke Makkah
Peristiwa ini diungkap oleh koresponden Gedung Putih New York Post, Emily Goodin dalam unggahan di aplikasi X.
“Tidak ada barang dari Tiongkok yang diizinkan masuk ke pesawat,” tulis Emily Goodin, pada Jumat (15/5/2026). Dirinya menyebut bahwa staf AS mengambil seluruh barang yang diberikan oleh pejabat Tiongkok berupa kartu identitas, telepon genggam, serta lencana delegasi, kemudian dikumpulkan dan dibuang ke tempat sampah.
Tak hanya itu, upaya memperketat keamanan juga ditunjukkan pada perangkat elektronik pribadi. Beberapa laporan menyebutkan bahwa anggota delegasi AS sengaja meninggalkan seluruh perangkat pribadi, sebelum berangkat ke Beijing. Mereka memutuskan untuk memakai telepon sementara yang tidak terdapat data pribadi.
Baca Juga: Zayn Malik Tinju Louis Tomlinson di Lokasi Syuting, Dokumenter Netflix Terpaksa Dibatalkan
Langkah ini sebenarnya telah lama menjadi prosedur keamanan pemerintah AS saat melakukan perjalanan yang dinilai memiliki pengawasan siber tinggi. Setelah perjalanan selesai, perangkat sementara tersebut akan dimusnahkan atau diserahkan kembali untuk mencegah potensi pencurian data atau penyadapan informasi.
Namun, hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pembuangan barang pemberian dari Tiongkok maupun prosedur keamanan yang dilakukan selama kunjungan tersebut.
Baca Juga: Situasi Memanas! Iran Tembakkan Rudal Peringatan ke Kapal Perang AS di Selat Hormuz
Editor : Aditya Novrian