Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penyakit Menular Seksual Sifilis: Penyebab dan Sejumlah Gejalanya

Marsha Nathaniela • Selasa, 19 Mei 2026 | 09:10 WIB
Sifilis atau penyakit raja singa merupakan infeksi seksual menular yang disebabkan oleh bakteri. (Magnific).
Sifilis atau penyakit raja singa merupakan infeksi seksual menular yang disebabkan oleh bakteri. (Magnific).

RADAR MALANG – Sifilis atau penyakit raja singa merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan adanya bakteri treponema pallidum yang berbentuk spiral.

Bakteri sifilis kerap menular akibat hubungan seksual dengan penderita, melalui kontak fisik dengan luka pada tubuh penderita, hingga dari ibu ke janin saat kehamilan atau persalinan.

Melansir dari laman resmi Kemenkes, gejala awal penyakit sifilis ditandai dengan timbulnya luka yang tidak nyeri pada alat kelamin, rektum, atau mulut.

Penyakit sifilis dapat disembuhkan dengan antibiotik jika terdeteksi dengan cepat. Namun, apabila penderita tidak mendapatkan pengobatan sama sekali, penyakit sifilis dapat merusak jantung, otak, hingga mengancam nyawa.

Baca Juga: Infeksi TORCH Mengancam Kesehatan Janin, Kenali Bahaya dan Gejalanya

Adapun gejala penyakit sifilis terbagi menjadi lima tahapan yang meliputi primer, sekunder, laten, tersier, dan kongental. Berikut penjelasannya.

Sifilis Primer

Pada tahap ini, gejala yang muncul terjadi antara 10-90 hari setelah penderita terinfeksi bakteri treponema pallidum. Penderita akan mengalami luka kecil di kulit pada area bakteri masuk, tetapi tidak terasa sakit. Luka tersebut dapat hilang dalam 3-6 minggu. Selain itu pada area selangkangan juga muncul benjolan yang menandakan pembengkakan kelenjar getah bening.

Sifilis Sekunder

Tahap ini merupakan perkembangan dari sifilis primer yang tak kunjung diobati. Gejala yang timbul berupa ruam berwarna merah dan terasa kasar pada area kelamin atau mulut, tetapi tidak menimbulkan rasa gatal. Namun, penderita kerap tidak menyadarinya karena ruam tersebut terlihat dengan samar.

Selain itu, penderita akan mengalami demam, lemas, nyeri otot, sakit tenggorokan, pusing, pembengkakan kelenjar getah bening, rambut rontok, serta terjadi penurunan berat badan.

Sifilis Laten

Pada tahap ini, penderita tidak mengalami keluhan apa pun selama bertahun-tahun, meski masih terdapat bakteri. Namun, jika tidak diobati, infeksi ini dapat berkembang menjadi lebih serius.

Sifilis Tersier

Pada tahap ini, infeksi dapat muncul antara 10-30 tahun setelah terjadinya infeksi pertama. Adapun, penderita akan mengalami kerusakan organ permanen, seperti kebutaan. Penderita juga dapat mengalami penyakit jantung, seperti stroke. Selain itu, sifilis juga berdampak pada otak, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, hingga sendi.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Virus Penyebab Gondongan dan Cara Pencegahannya

Sifilis Kongenital

Sifilis ini merupakan sifilis bawaan dan disebarkan melalui kandungan atau saat persalinan. Kondisi ini dapat menimbulkan keguguran, kematian janin, atau kematian pada bayi setelah dilahirkan.

Pada bayi yang masih hidup, sifilis ini tidak menunjukkan gejala tertentu, tetapi ditandai dengan ruam pada bagian telapak tangan atau kaki, serta terjadi pembengkakan getah bening dan organ limpa.

Baca Juga: Cegah Demensia di Masa Depan, Terapkan Sejumlah Kebiasaan Ini!

Terdapat beberapa kondisi yang membuat seseorang berisiko terkena sifilis, antara lain:

Dengan mengetahui seputar fakta terkait penyakit sifilis, Anda dapat melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti menjalani hubungan seks yang aman dan menggunakan kondom saat berhubungan, melakukan tes sifilis secara rutin, serta menghindari kontak langsung dengan luka yang berada di area kelami, mulut atau dubur.

 Baca Juga: Dua Tahun, Dinkes Kota Malang Catat 101 Pengidap HIV/AIDS Putus Berobat

Editor : Aditya Novrian
#penyakit menular seksual #penyebab sifilis #gejala sifilis #sifilis