MALANG KOTA, RADAR MALANG - Skrining atau pemeriksaan untuk mengidentifikasi virus Human Papillomavirus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks terus digencarkan.
Skrining tersebut dilakukan di 16 Puskesmas. Dari skrining yang sudah dilakukan sejak awal 2026 sampai April, ditemukan 25 perempuan yang positif kanker serviks.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, puluhan perempuan yang dinyatakan positif itu berdasar temuan sampai 22 April lalu. ”Kalau total yang mengikuti skrining ada 563 perempuan. Artinya ada 4,4 persen yang terbukti positif,” kata dia.
Selain yang positif, pihaknya juga mencatat ada 14 perempuan atau 2,5 persen yang tidak bisa mengikuti skrining. ”Mereka tidak lolos skrining karena salah satunya pada malam harinya melakukan hubungan suami istri,” kata Husnul.
Kemudian ada 113 perempuan yang hasil skriningnya belum keluar. Sementara untuk perempuan-perempuan yang terbukti positif kanker serviks akan menjalani terapi cryo atau krioterapi.
”Terapi cryo bisa dilakukan di tiga puskesmas saja. Yakni Puskesmas Ciptomulyo, Puskesmas Kedungkandang, dan Puskesmas Cisadea,” tutur Husnul. Husnul menjelaskan bahwa terapi itu hanya bisa dilakukan jika kanker serviks masih grade satu atau lesi kankernya masih kecil.
Krioterapi dilakukan karena di leher rahim ditemukan bintik-bintik putih yang berarti positif. Ukuran lesi yang terlihat menentukan besar atau kecil dari grade kanker serviks.
Husnul melanjutkan, terapi itu dilakukan dengan membuka lagi leher rahim. Kemudian menyemprot leher rahim menggunakan tekanan H2O2 yang tinggi. ”Setelah tiga minggu nanti kontrol lagi untuk menentukan apakah tindakan satu kali itu sudah cukup atau belum,” sambungnya.
Jika belum cukup akan ditambah lagi. Misalnya dari tiga titik sudah dilakukan cryo, tapi satu titik masih belum optimal, maka butuh cryo lagi di titik lain. Proses penyembuhan maksimal berlangsung selama tiga hari.
Setelah itu, dinkes bakal tetap melakukan skrining kanker serviks. Target setiap tahun, ada 1.600 perempuan yang diperiksa. Baik skrining melalui inspeksi visual asam asetat (IVA) maupun HPV DNA. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra