Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

370 Siswa SD di Tumpang Jalani Skrining Jantung Rematik, Deteksi Dini Cegah Kerusakan Katup Jantung

Indah Mei Yunita • Senin, 1 Juni 2026 | 12:09 WIB
Seorang petugas memeriksa kondisi jantung salah satu siswa SD di Kecamatan Tumpang pada Sabtu (30/5) lalu. (Prokopim Kabupaten Malang)
Seorang petugas memeriksa kondisi jantung salah satu siswa SD di Kecamatan Tumpang pada Sabtu (30/5) lalu. (Prokopim Kabupaten Malang)

TUMPANG, RADAR MALANG – Sebanyak 370 siswa sekolah dasar di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang menjalani skrining penyakit jantung rematik atau Rheumatic Heart Disease (RHD), Sabtu (30/5). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi lebih dini gangguan katup jantung yang sering berkembang tanpa gejala jelas pada anak-anak.

Skrining tahap pertama dilaksanakan di SDN Tumpang 1 dan SDN Tumpang 3. Siswa yang terindikasi memiliki gangguan jantung akan menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis guna memastikan kondisi kesehatannya.

Baca Juga: Klaim BPJS untuk Pengobatan Penyakit Jantung di Kota Malang Tembus Rp 71,5 Miliar

Program skrining difokuskan pada anak usia sekolah dasar karena kelompok usia tersebut termasuk yang paling rentan mengalami demam rematik, salah satu penyebab utama penyakit jantung rematik.

Penyakit jantung rematik umumnya diawali infeksi bakteri streptokokus pada tenggorokan yang tidak tertangani dengan baik. Jika berkembang menjadi demam rematik, infeksi tersebut dapat menyebabkan kerusakan katup jantung secara bertahap.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), kelompok usia 5 hingga 14 tahun merupakan kelompok yang paling sering mengalami demam rematik pertama kali. Karena itu, deteksi dini pada anak usia sekolah dinilai penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Siswa yang Terindikasi Akan Dirujuk ke Dokter Spesialis

Pemeriksaan dilakukan untuk menemukan kasus secara lebih cepat sehingga penanganan medis dapat diberikan sebelum kerusakan jantung berkembang lebih lanjut.

Baca Juga: Serangan Jantung, Satu Jemaah Haji Asal Kota Malang Meninggal

Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengatakan, kesehatan anak menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar dan tumbuh kembang mereka.

“Dengan kesehatan yang baik, mereka dapat belajar dengan optimal, tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan berdaya saing,” kata Lathifah.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan tenaga kesehatan. Peran orang tua dan sekolah juga dibutuhkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Kegiatan skrining tersebut merupakan bagian dari program nasional yang dijalankan oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) untuk mendeteksi penyakit jantung rematik pada anak usia sekolah.

YJI menunjuk empat cabang sebagai pelaksana program, yakni YJI Cabang Malang Raya, Kabupaten Bekasi, Minahasa Utara, dan Tulang Bawang.

Lathifah menilai kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab sekaligus kesempatan untuk mendukung program kesehatan nasional yang menyasar generasi muda.

“Penunjukan ini merupakan tanggung jawab kami untuk turut mendukung keberhasilan program nasional dalam upaya deteksi dini penyakit jantung rematik pada anak usia sekolah,” ujarnya.

Melalui skrining tersebut, pemerintah daerah berharap kasus penyakit jantung rematik dapat ditemukan lebih awal sehingga risiko kerusakan katup jantung permanen pada anak-anak dapat ditekan. (yun/adn)

Editor : Aditya Novrian
#jantung rematik anak #skrining jantung rematik #siswa SD Tumpang #kesehatan anak Kabupaten Malang #penyakit jantung rematik