Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Malang Mulai Kedinginan, Fenomena Bediding Diprediksi lebih Ekstrem dan Berlangsung hingga Agustus

Fasya Mumtahanah • Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
ILUSTRASI BEDIDING: Cuaca Dingin yang Selimuti Malang Raya di Musim Kemarau (Sumber: Istimewa).
ILUSTRASI BEDIDING: Cuaca Dingin yang Selimuti Malang Raya di Musim Kemarau (Sumber: Istimewa).

MALANG, RADAR MALANG – Dalam beberapa waktu terakhir, di sejumlah daerah, termasuk di Malang Raya, suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya, terutama ketika malam hingga pagi hari. Kondisi itu umum dikenal sebagai fenomena bediding.

Fenomena tersebut kerap dialami masyarakat di wilayah selatan garis khatulistiwa, seperti Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Bediding merupakan hal yang lazim terjadi ketika musim kemarau tiba.

Kondisi suhu udara yang terasa lebih dingin ketika malam hingga pagi hari diperkirakan akan berlangsung lebih intens dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga: Fenomena Bediding Kembali Terjadi di Malang Raya, Suhu Bisa Turun hingga 17 Derajat

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyebut bahwa fenomena bediding pada tahun ini berpotensi lebih kuat dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena musim kemarau tahun ini datang bersamaan dengan El Nino, sehingga memicu anomali suhu udara.

Fenomena El Nino kemungkinan besar akan terjadi pada Juni–Agustus 2026. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa dalam periode tersebut, prakiraan cuaca memproyeksikan di hampir seluruh belahan dunia akan didominasi suhu di atas normal.

Panas yang disebabkan El Nino tersebut menyebabkan perbedaan suhu antara siang dan malam semakin ekstrem. Pada siang hari, masyarakat akan merasakan cuaca yang terik menyengat, tetapi di malam hari akan merasakan udara yang lebih dingin dan menusuk.

Baca Juga: Bediding Melanda Malang Raya, Ini Penyebab Suhu Dini Hari Terasa Sangat Dingin

"Masyarakat diimbau untuk memakai pakaian yang berbahan hangat saat malam dan pagi hari, menjaga imun tubuh, serta mengurangi aktivitas yang memiliki risiko terpapar udara dingin secara berlebihan," kata Prayitno.

Ia juga mengingatkan agar kelompok rentan masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan suhu yang ekstrem tersebut.

Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Malang Raya Menggigil, Begini Penjelasan Ahli

“Hal yang perlu diperhatikan adalah kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, suhu dingin ekstrem dapat menambah risiko gangguan kesehatan," tambah Prayitno.

Di wilayah Malang Raya, suhu terdingin bisa mencapai belasan derajat. Kondisi tersebut diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Juli–Agustus 2026.

Editor : Aditya Novrian
#Malang Raya #Kemarau #bediding #suhu dingin