Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kenapa Malang Tiba-Tiba Dingin? Ini Penjelasan Fenomena Bediding

Fasya Mumtahanah • Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
ILUSTRASI PAGI DINGIN: Fenomena Bediding yang Melanda Malang di Musim Kemarau (Sumber: Pixabay).
ILUSTRASI PAGI DINGIN: Fenomena Bediding yang Melanda Malang di Musim Kemarau (Sumber: Pixabay).

MALANG, RADAR MALANG – Suhu udara di beberapa daerah, termasuk di Malang Raya, dalam beberapa hari terakhir terasa lebih dingin dari biasanya, terutama ketika malam hingga pagi hari. Kondisi itu umum dikenal sebagai fenomena bediding.

Fenomena tersebut kerap dialami masyarakat di wilayah selatan garis khatulistiwa, seperti Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Bediding merupakan hal yang lazim terjadi ketika musim kemarau tiba.

Baca Juga: Warga Malang Mulai Kedinginan, Fenomena Bediding Diprediksi lebih Ekstrem dan Berlangsung hingga Agustus

Bediding merupakan istilah yang berasal dari bahasa Jawa yang digunakan untuk menggambarkan kondisi udara yang sangat dingin ketika musim kemarau. Meski masih banyak yang menganggap sebagai fenomena cuaca yang tidak biasa, bediding sebenarnya merupakan proses alami yang biasa terjadi setiap tahun saat musim kemarau berlangsung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, bediding merujuk pada kondisi ketika panas matahari yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih mudah terlepas kembali ke atmosfer saat malam hari. Hal itu mengakibatkan suhu udara pada malam hingga pagi hari menjadi lebih rendah dan terasa lebih dingin dari biasanya.

Baca Juga: Fenomena Bediding Kembali Terjadi di Malang Raya, Suhu Bisa Turun hingga 17 Derajat

Fenomena bediding tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan muncul bertahap ketika sejumlah kondisi atmosfer mendukung terjadinya penurunan suhu di permukaan bumi.

Salah satu faktor utamanya adalah tutupan awan sangat sedikit ketika kemarau. Panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari dapat langsung naik ke atmosfer tanpa hambatan, sehingga permukaan bumi mendingin lebih cepat.

Berkurangnya curah hujan saat kemarau juga menjadi salah satu faktor terjadinya bediding. Minimnya hujan membuat kelembaban udara lebih rendah dan uap air yang berfungsi membantu menahan panas di atmosfer berkurang.

Baca Juga: Bediding Melanda Malang Raya, Ini Penyebab Suhu Dini Hari Terasa Sangat Dingin

Hal itu menyebabkan udara menjadi lebih kering dan lebih cepat kehilangan panas sehingga suhu udara turun lebih signifikan. Proses pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung terus-menerus sejak malam hingga menjelang matahari terbit. 

Oleh karena itu, suhu udara biasanya mencapai titik terendah pada dini hari atau sesaat sebelum matahari terbit. Proses alamiah tersebutlah menyebabkan udara terasa sangat dingin saat subuh, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Malang.

Editor : Aditya Novrian
#Kemarau #bediding #Fenomena #suhu dingin