Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bediding Datang Lebih Awal, Suhu Malam hingga Pagi di Malang Raya Kian Menggigit

Fasya Mumtahanah • Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
ILUSTRASI DATARAN TINGGI DINGIN: Suhu Udara di Malang Raya yang Turun Signifikan saat Bediding (Sumber: Istimewa).
ILUSTRASI DATARAN TINGGI DINGIN: Suhu Udara di Malang Raya yang Turun Signifikan saat Bediding (Sumber: Istimewa).

MALANG, RADAR MALANG – Masyarakat yang tinggal di wilayah Malang Raya dalam beberapa hari terakhir merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya, terutama ketika malam hingga pagi hari. Kondisi itu umum dikenal sebagai fenomena bediding.

Fenomena Bediding merupakan hal yang lazim terjadi ketika musim kemarau tiba. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur di Kabupaten Malang memperkirakan fenomena bediding akan terjadi dalam kurun bulan Juni sampai September 2026 yang merupakan periode musim kemarau.

Baca Juga: 5 Fakta Fenomena Bediding yang Membuat Malang Raya Terasa Sangat Dingin

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Linda Fitrotul menjelaskan rata-rata suhu udara saat ini ketika bediding berada dalam kisaran antara 17-18 derajat Celsius dengan perkiraan waktu mulai pukul 03.00 sampai dengan 06.00 WIB.

Ia menambahkan, suhu pada malam hingga dini hari itu lebih rendah jika dibandingkan dengan suhu udara saat pagi dan siang hari.

"Berdasarkan pengamatan pukul 07.30 WIB rata-rata suhu saat pagi sekitar 22-25 derajat Celsius, kemudian saat siang sekitar pukul 12.00-14.00 WIB suhunya sekitar 27-29 derajat Celsius ketika bediding," ucapnya.

Baca Juga: Kenapa Malang Tiba-Tiba Dingin? Ini Penjelasan Fenomena Bediding

Di Malang Raya, kondisi tersebut diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Juli–Agustus 2026.

Meski bediding merupakan fenomena yang biasa setiap musim kemarau, suhu dingin yang ekstrem bisa memicu atau memperburuk kondisi kesehatan tertentu. Di antaranya adalah memicu risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), flu dan pilek, nyeri sendi dan rematik, terutama pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Baca Juga: Warga Malang Mulai Kedinginan, Fenomena Bediding Diprediksi lebih Ekstrem dan Berlangsung hingga Agustus

Agar terhindar dari dampak buruk bediding tersebut, masyarakat diimbau melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti memakai pakaian hangat di malam hari, mengonsumsi makanan bergizi dan minuman hangat, banyak minum air putih, dan mengurangi kegiatan di luar rumah di malam hari.

Editor : Aditya Novrian
#Kemarau #bediding #suhu dingin