Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Musim Bediding Tiba, Suhu di Malang Raya Turun Signifikan pada Dini Hari

Fasya Mumtahanah • Jumat, 19 Juni 2026 | 10:30 WIB
ILUSTRASI PAGI DINGIN: Berselimut Suhu Dingin di Musim Kemarau (Sumber: Pngtree).
ILUSTRASI PAGI DINGIN: Berselimut Suhu Dingin di Musim Kemarau (Sumber: Pngtree).

MALANG, RADAR MALANG – Bediding telah dirasakan warga Malang Raya dan wilayah-wilayah selatan Indonesia lainnya. Kemunculan fenomena tersebut menandai telah masuknya musim kemarau tahun ini. Salah satu ciri yang dirasakan ketika bediding adalah turunnya suhu yang signifikan ketika malam hingga pagi hari.

Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani menjelaskan bahwa bediding bukan fenomena cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba.

"Namun, terkait bediding perlu diluruskan bahwa fenomena ini bukan kejadian yang 'melanda' seperti cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman yang berupa turunnya suhu udara sehingga terasa lebih dingin akibat berkurangnya jumlah awan, rendahnya kelembaban udara, serta dominasi aliran massa udara kering dari Australia," kata Ida, Rabu (3/6).

Baca Juga: Malang Raya Menggigil, Fenomena Bediding Diprediksi Berlangsung Beberapa Bulan ke Depan

Mengapa Dingin Menusuk ketika Dini Hari?

Ciri khas bediding adalah perbedaan suhu yang relatif ekstrem antara siang dan malam hari. Hal itu karena pada musim kemarau, jumlah awan di lapisan atmosfer bumi lebih sedikit. Akibatnya, panas matahari di siang hari yang tersimpan di permukaan bumi akan lebih mudah terlepas kembali ke atmosfer saat malam hari.

Faktor itu menyebabkan penurunan suhu yang cukup drastis ketika menjelang dini hari hingga pagi. Proses tersebut menjawab pertanyaan mengapa masyarakat sering merasakan panas yang terik ketika siang hari dan dingin yang menusuk tulang ketika malam dan pagi hari.

Baca Juga: Bediding Datang Lebih Awal, Suhu Malam hingga Pagi di Malang Raya Kian Menggigit

Selain itu, saat pertengahan tahun, Australia sedang mengalami musim salju. Musim dingin tersebut membuat tekanan udara di Australia lebih tinggi dibandingkan di wilayah Indonesia. Perbedaan tekanan udara tersebut membentuk angin muson timur yang bergerak dari wilayah Negeri Kanguru menuju Indonesia.

Massa udara yang dibawa angin tersebut memiliki karakteristik yang lebih kering dan dingin. Angin muson timur juga sedikit membawa uap air yang akan menyentuh suhu minimumnya pada malam hari. Hal itulah yang menyebabkan suhu udara lebih dingin di wilayah selatan Indonesia.

Baca Juga: 5 Fakta Fenomena Bediding yang Membuat Malang Raya Terasa Sangat Dingin

Ida menambahkan, berdasarkan pantauan pola klimatologis dan prediksi musim kemarau, wilayah-wilayah di dataran tinggi dan pegunungan akan terlebih dahulu merasakan fenomena tersebut.

"Wilayah yang umumnya memiliki potensi merasakan kondisi ini lebih awal adalah wilayah dataran tinggi atau pegunungan. Kemudian bediding meluas secara bertahap ke wilayah lain yang telah memasuki kemarau," jelasnya.

Editor : Aditya Novrian
#Kemarau #bediding #suhu dingin