Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Saat Bediding Menyergap Malang Raya, Udara Dingin Terasa hingga Siang Hari

Fasya Mumtahanah • Minggu, 21 Juni 2026 | 01:00 WIB
PAGI BERKABUT: Suhu Dingin yang Menyerang saat Musim Bediding (Sumber: Istimewa).
ILUSTRASI PAGI BERKABUT: Suhu Dingin Menyerang saat Musim Bediding (Sumber: Pixabay).

MALANG, RADAR MALANG – Wilayah Malang Raya telah memasuki musim kemarau. Sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, kemarau kali ini ditandai dengan adanya fenomena bediding. Fenomena tersebut ditandai dengan suhu udara yang turun signifikan ketika malam hingga pagi hari.

Namun, suhu dingin juga terasa hingga siang hari, terutama ketika telah memasuki puncak musim kemarau. Hal tersebut lumrah terjad, meski musim kemarau identik dengan cuaca yang panas terik. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor yang mendukung munculnya bediding.

Baca Juga: Bediding Datang Lagi, Ini Wilayah di Malang Raya yang Suhunya Paling Dingin

Angin Monsun Australia

Suhu dingin yang menyelimuti Malang Raya dan sebagian wilayah lain di Indonesia tidak lepas dari pengaruh angin Monsun Timur yang berasal dari Australia. Angin tersebut bertiup dari wilayah Australia yang kering menuju Benua Asia, melewati Indonesia dan perairan Samudera Hindia yang suhu permukaan lautnya relatif lebih dingin.

Karena melintasi kawasan perairan yang kering, angin Monsun Australia membawa massa udara yang minim uap air. Sifat kering tersebut membuat efeknya semakin terasa pada malam hari, saat suhu mencapai titik minimumnya, sehingga hawa dingin pun semakin menusuk.

Baca Juga: Musim Bediding Tiba, Suhu di Malang Raya Turun Signifikan pada Dini Hari

Wilayah Selatan Khatulistiwa

Wilayah bagian selatan garis Khatulistiwa sedang berada pada titik terjauhnya dari matahari dalam pertengahan tahun. hal itu membuat wilayah-wilayah Indonesia seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mengalami penurunan suhu secara signifikan.

Faktor Topografi

Penurunan suhu yang drastis ketika malam hingga pagi hari ketika musim bediding disebabkan jumlah awan yang sedikit ketika musim kemarau. Semakin sedikit jumlah tutupan awan di atmosfer, semakin cepat pula panas matahari yang diserap bumi ketika siang untuk lepas ke atmosfer ketika malam hari. Hal itu membuat suhu udara ketika malam dan pagi hari terasa lebih dingin daripada siang hari yang sangat terik.

Baca Juga: Bediding Datang Lebih Awal, Suhu Malam hingga Pagi di Malang Raya Kian Menggigit

Akan tetapi, faktor elevasi atau ketinggian suatu daerah juga berpengaruh pada suhu dingin yang melanda. Di wilayah dataran tinggi seperti sebagian Malang Raya, udara lebih tipis dan renggang sehingga kemampuannya menyimpan panas jauh lebih rendah dibanding dataran rendah.

Akibatnya, perbedaan suhu antara siang dan malam tidak terlalu mencolok. Saat daerah dataran rendah mulai menghangat di siang hari, daerah dataran tinggi masih menyimpan hawa dingin sisa malam sebelumnya.

Editor : Aditya Novrian
#dataran tinggi #Kemarau #bediding #suhu dingin #pegunungan