Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gaji Dokter, Perawat, dan Karyawan RSI Unisma Malang Nunggak, Ramai-Ramai Wadul DPRD dan Disnaker

Nahdiatul Affandiah • Senin, 22 Juni 2026 | 16:05 WIB

 

Perwakilan nakes dan karyawan RSI Unisma menemui legislator di kantor DPC PKB Kota Malang, Jumat lalu (19/6)
Perwakilan nakes dan karyawan RSI Unisma menemui legislator di kantor DPC PKB Kota Malang, Jumat lalu (19/6)

 

MALANG KOTA – RSI Unisma dirundung masalah keuangan. Ratusan tenaga kesehatan (nakes), terdiri atas dokter dan perawatan wadul ke dewan. Mereka mengeluhkan tunggakan gaji yang tak kunjung dilunasi oleh manajemen rumah sakit.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, 20 karyawan yang mewakili 300 nakes dan pegawai RSI Unisma menemui anggota DPRD Kota Malang, Jumat lalu (19/6). Sehari sebelumnya, Kamis (18/6) mereka wadul ke kantor dinas tenaga kerja (disnaker) Kota Malang.

Desas-desus yang beredar, keuangan rumah sakit bermasalah sejak Maret 2025. Saat itu bertepatan pembayaran THR dan gaji karyawan, namun dana tidak cukup. Setelah melapor ke disnaker, akhirnya disepakati bahwa THR dibayarkan secara penuh, sementara gaji pokok dan tunjangan karyawan diangsur.

Sejak saat itu, gaji pokok dan tunjangan karyawan diangsur per bulannya. Terkadang hanya dibayarkan 15-20 persen.

“Siklus gaji yang dibayar sebagian itu berlanjut sampai April 2026. Jadi sekitar 270 persen gaji yang belum terbayar,” ujar salah satu nakes RSI Unisma yang tak mau namanya dikorankan itu.

Selama itu, dia mengatakan, banyak karyawan yang mengeluhkan cicilan gaji kepada manajemen. Namun, versi mereka, jawaban yang didengar tak memuaskan. Bagi karyawan yang tidak tahan dengan kondisi tersebut, dipersilakan hengkang dari RSI Unisma.

Puncaknya pada Mei lalu, gaji karyawan dibayarkan penuh. Namun disertai pengumuman pemotongan 35 persen gaji pokok. Lalu tunjangan karyawan dihapus karena efisiensi.

Dia mencontohkan, karyawan golongan II B biasanya mendapat penghasilan Rp 3,3 juta per bulan. Terdiri atas gaji pokok Rp 2,5 juta dan tunjangan Rp 800 ribu. Namun karena pemotongan gaji dan penghapusan tunjangan, kini mereka hanya membawa pulang Rp 1,5 juta per bulan.

“Kami sudah banyak yang speak up dan meminta mediasi ke manajemen RS, namun yang didapat hanya penolakan,” lanjut dia.

Bahkan, versi dia, salah satu manajemen menyampaikan bahwa karyawan yang protes bakal ditandai. Itu menjadikan makin banyak karyawan memilih resign dan merelakan pesangon karena PHK.

Di pihak lain, Mediator Disnaker Kota Malang Carter Wira Suteja mengonfirmasi adanya aduan terkait tunggakan gaji pegawai RSI Unisma. Aduan masuk Jumat lalu (12/6). Sekitar 150 karyawan mengadukan pemotongan gaji dan tunggakan yang sudah berlangsung selama satu tahun.

“Pada 18 Juni lalu sudah kami bahas di forum lembaga kerja sama tripartit,” kata Carter. Selanjutnya bakal dijadwalkan klarifikasi kepada RSI Unisma. Baru penjadwalan audiensi dari perwakilan RSI Unisma dan pekerja untuk mencarikan solusi.

Hingga berita ditulis kemarin petang, tidak ada konfirmasi dari manajemen RSI Unisma. Wartawan koran ini sudah berusaha menemui manajemen di RSI Unisma, namun tidak ada yang menanggapi dengan dalih direksi tidak ada di kantor. Jawa Pos Radar Malang juga menghubungi Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) RSI Unisma Dwi Ida Nofa Diana melalui sambungan telepon berkali-kali tapi tak direspons. Demikian juga permintaan konfirmasi melalui pesan singkat tidak mendapatkan jawaban.(aff/dan)

Editor : Mahmudan
#kesehatan malang #wadul DPRD Kota Malang #rsi unisma