MALANG, RADAR MALANG – Suhu dingin yang menusuk tulang membuat sejumlah warga Malang terpaksa mengeluarkan jaket dan selimut tebal meski hanya beraktivitas di rumah. Fenomena bediding yang ditandai dengan udara yang lebih dingin dari biasanya saat musim kemarau telah kembali melanda Malang Raya sejak beberapa hari terakhir.
Fenomena yang membuat banyak orang malas beranjak dari balik selimut itu ramai dibahas di media sosial. Di kolom komentar unggahan akun Instagram @infobatusam terkait bediding, warganet ramai membagikan cerita.
Baca Juga: Bediding Kembali, Warga Malang Raya Mulai Mengeluhkan Dingin Menusuk Tulang
"Iya malem yang biasa tidur ga pakai selimut, semalem tarik selimut sangking dinginnya," tulis salah satu pengguna.
Ada pula yang justru menikmati momen bediding, "Musim bediding ini yang paling aku tunggu, suka banget Malang pas udaranya dingin gini, tidur nyenyak, nggak keringetan."
Namun, dingin yang ekstrem juga menimbulkan efek samping bagi kulit sebagian orang, seperti diingatkan komentar lain, "Handbody jangan lupa, kulit mbesisik."
Baca Juga: Musim Bediding Tiba, Suhu di Malang Raya Turun Signifikan pada Dini Hari
Bediding bukan fenomena langka yang patut dihadapi dengan kepanikan. Bahkan, bagi sebagian warga Malang, bediding merupakan periode yang ditunggu-tunggu karena udara dingin yang dinilai lebih sejuk. Para wisatawan juga menyukai cuaca dingin bediding karena dianggap sebagai ciri khas Malang Raya yang berada di wilayah dataran tinggi dan pegunungan.
Akan tetapi, masyarakat harus tetap berhati-hati dalam menghadapi bediding, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan dan asma.
Bediding dapat memicu infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Kondisi udara yang dingin membuat komponen pertahanan alami dalam hidung bekerja kurang maksima, sehingga lebih mudah ditembus virus atau bakteri penyebab penyakit pernapasan. Udara dingin yang masuk ke organ paru-paru juga dapat memicu radang dengan risiko lebih besar pada lansia dan anak-anak.
Baca Juga: Bediding Datang Lebih Awal, Suhu Malam hingga Pagi di Malang Raya Kian Menggigit
Selain itu, risiko asma kambuh juga lebih besar bagi penderitanya karena penyempitan saluran nafas akibat suhu udara dingin.
Bagi masyarakat yang memiliki gangguan sendi, bediding berisiko memperparah nyeri dan rematik karena pembuluh darah menyempit sehingga otot kekurangan aliran darah.
Menyambut bediding dengan upaya pencegahan terbaik dari dalam merupakan hal yang penting untuk tetap menjaga kesehatan tubuh. Selimut tebal dan pelembab menjadi tameng yang melengkapi sistem imun yang kuat di dalam tubuh.
Editor : Aditya Novrian