MALANG, RADAR MALANG – Malang Raya identik dengan hawanya yang dingin. Udara sejuk yang menyelimuti menjadi alasan tersendiri bagi banyak orang untuk betah bahkan rindu dengan Malang. Dinginnya udara akibat fenomena bediding pun juga menjadi momen yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat.
Di unggahan akun Instagram @infobatusam terkait informasi bediding, banyak komentar yang menyambut bediding dengan antusias. “Tim suka dingin bikin tidur nyenyak,” tulis akun Instagram @yoga***********.
Ada warganet yang menganggap bediding sangat menyenangkan, “Saat paling menyenangkan dalam hidup,” tulis akun @matc***********.
Baca Juga: Kenapa Malang Tiba-Tiba Dingin? Ini Penjelasan Fenomena Bediding
Ada pula yang menikmati momen bediding, "Musim bediding ini yang paling aku tunggu, suka banget Malang pas udaranya dingin gini, tidur nyenyak, nggak keringetan," tulis @kunt***.
Namun, bediding tahun ini juga mulai banyak dikeluhkan lantaran dingin yang dirasa semakin ekstrem.
"Iya malem yang biasa tidur ga pakai selimut, semalem tarik selimut sangking dinginnya," tulis salah satu pengguna.
Baca Juga: Bediding Datang Lebih Awal, Suhu Malam hingga Pagi di Malang Raya Kian Menggigit
Dingin yang Lebih Menggigit
Sejak dimulainya musim bediding, suhu di Malang Raya terpantau turun hingga belasan derajat di beberapa daerah. Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Linda Fitrotul menyebut, suhu udara ketika memasuki dini hari di Malang Raya mengalami penurunan drastis mencapai 17 derajat Celcius. Linda menyebut, suhu terendah terjadi dalam kurun waktu pukul 03.00 WIB hingga 06.00 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyebut bahwa fenomena bediding pada tahun ini berpotensi lebih kuat dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena musim kemarau tahun ini datang bersamaan dengan El Nino, sehingga memicu anomali suhu udara.
Fenomena El Nino kemungkinan besar akan terjadi pada Juni–Agustus 2026. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa dalam periode tersebut, prakiraan cuaca memproyeksikan di hampir seluruh belahan dunia akan didominasi suhu di atas normal.
Baca Juga: Malang Raya Menggigil, Fenomena Bediding Diprediksi Berlangsung Beberapa Bulan ke Depan
Panas yang disebabkan El Nino tersebut menyebabkan perbedaan suhu antara siang dan malam semakin ekstrem. Pada siang hari, masyarakat akan merasakan cuaca yang terik menyengat, tetapi di malam hari akan merasakan udara yang lebih dingin dan menusuk.
Masyarakat diminta berhati-hati dalam menghadapi bediding, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan dan asma. Menghindari aktivitas di luar ruangan dan mengenakan pakaian hangat ketika malam dapat dilakukan untuk menghindari suhu dingin yang ekstrem.
Selain itu, konsumsi makanan sehat dan minum air yang cukup dapat membantu memperkuat tubuh dari dalam terhadap ancaman kesehatan akibat bediding.
Editor : Aditya Novrian