Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bediding Kembali Menyapa, Kota Malang Diselimuti Udara Dingin Sejak Subuh

Fasya Mumtahanah • Kamis, 25 Juni 2026 | 20:00 WIB
ILUSTRASI PAGI BERKABUT: Udara Dingin Menusuk Kembali Melanda Kota Malang saat Malam hingga Dini Hari (Sumber: Pixabay).
ILUSTRASI PAGI BERKABUT: Udara Dingin Menusuk Kembali Melanda Kota Malang saat Malam hingga Dini Hari (Sumber: Pixabay).

MALANG, RADAR MALANG – Suhu dingin yang menusuk kembali menyelimuti Kota Malang saat malam hingga pagi tiba. Fenomena yang akrab disebut bediding itu membuat sejumlah wilayah mengalami perbedaan suhu yang drastis ketika siang berganti malam. Warga pun mulai berburu jaket tebal ketika udara mulai terasa menusuk tulang.

Salah satu ciri umum fenomena bediding adalah dengan turunnya suhu secara signifikan ketika malam hingga pagi hari. Fenomena tersebut memang kerap dialami masyarakat di wilayah selatan garis khatulistiwa, seperti Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Retno Wulandari menjelaskan dua penyebab utama fenomena bediding di Malang Raya.

Baca Juga: Bediding Kembali, Warga Malang Raya Mulai Mengeluhkan Dingin Menusuk Tulang

Faktor pertama adalah sedikitnya jumlah tutupan awan di langit pada musim kemarau. Akibatnya, panas matahari di siang hari yang tersimpan di permukaan bumi akan lebih mudah terlepas kembali ke atmosfer saat malam hari. Faktor itu menyebabkan penurunan suhu yang cukup drastis ketika menjelang dini hari hingga pagi.

"Ketika sedang musim kemarau, tutupan awan berkurang. Permukaan bumi akan menyerap panas matahari pada siang hari, tetapi pada malam hari panas tersebut dipantulkan kembali ke lapisan atmosfer. Karena tidak ada awan, maka panas tersebut lebih cepat dilepaskan," jelas Retno pada Minggu (31/5).

Reno juga menjelaskan faktor kedua yang menyebabkan fenomena bediding. Saat ini, wilayah Indonesia sedang dipengaruhi pergerakan Monsun Australia yang membawa angin dari belahan bumi selatan yang kering ke arah utara.

Baca Juga: Bediding Datang Lagi, Ini Wilayah di Malang Raya yang Suhunya Paling Dingin

"Wilayah Indonesia sedang dilalui angin timur atau Monsun Australia yang membawa massa udara relatif kering dan lebih dingin dari Benua Australia di selatan menuju Indonesia," jelasnya.

Di wilayah Malang Raya, suhu terdingin bisa mencapai belasan derajat. Efek bediding di Malang lebih terasa dibandingkan di wilayah lain karena terletak di wilayah dataran tinggi dan pegunungan. Kondisi tersebut diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Juli–Agustus 2026.

Editor : Aditya Novrian
#Kemarau #bediding #suhu dingin #malang