NGANTANG – Kapasitas fasilitas kesehatan di Kabupaten Malang butuh peningkatan. Termasuk RSUD Ngantang yang diutamakan melayani masyarakat di Malang barat. Lelang untuk rehabilitasi RSUD Ngantang diumumkan Rabu lalu (1/7).
Berdasar Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), penandatanganan kontrak bakal dilaksanakan pada 17 Juli 2026. Sehingga pembangunan fisik dapat segera terlaksana. Jangka waktu pelaksanaannya mencapai 140 hari kalender atau empat bulan. Itu berdasar rencana kerja dan syarat (RKS) rehabilitasi RSUD Ngantang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo mengatakan, peningkatan fasilitas kesehatan memang diperlukan sewaktu-waktu. Hal tersebut demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Berdasar informasi LPSE Kabupaten Malang, pemkab mengalokasikan pagu Rp 1,53 miliar untuk rehabilitasi RSUD Ngantang. Biaya ditanggung APBD 2026.
”Di RSUD Ngantang nanti akan dibangun gedung untuk tambahan poli. Sehingga bangunan yang di samping rumah sakit akan diganti dengan bangunan baru,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Rincian kegiatannya mulai pengerjaan tanah, fondasi, pemasangan plafon dan atap, pengecatan, instalasi listrik, hingga pemenuhan prasarana sanitasi.
Selain RSUD Ngantang, dia menambahkan, terdapat fasilitas kesehatan lain yang juga butuh peningkatan kapasitas. Utamanya puskesmas yang menjadi garda terdepan untuk melayani masyarakat.
Namun, pelaksanaannya menyesuaikan ketersediaan anggaran. Misalnya Puskesmas Poncokusumo, Pamotan, Karangploso, Wajak, dan Bululawang.
“Tahun ini Puskesmas Karangploso juga akan dikembangkan,” imbuh pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Proses lelang di LPSE masih berlangsung hingga saat ini. Sedangkan Puskesmas Poncokusumo sudah ditingkatkan, meski masih separo. Lalu Puskesmas Wajak masih belum ada perencanaan perluasan.
Sebab, perlu peninggian lahan terlebih dahulu. Kemudian Puskesmas Pamotan sudah ada lahan, tetapi masih banyak pertimbangan. Ada kemungkinan direlokasi juga seperti Puskesmas Bululawang.(yun/dan).
Editor : Mahmudan