MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sepanjang 2026 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menemukan 97 kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) baru. Mayoritas ditemukan dari kelompok LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki). Untuk diketahui, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh.
Pengidap yang masuk stadium akhir disebut AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Umumnya ditandai dengan sistem imun yang sudah rusak parah. Dari 97 kasus HIV baru yang ditemukan tahun ini, 78 persen atau 80 pengidapnya merupakan laki-laki.
Sedangkan untuk pengidap perempuan berkisar 22 persen. Jika dikonversi ke angka, totalnya ada 27 orang. Sebagai perbandingan, temuan kasus HIV baru pada 2025 lalu mencapai 300 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, fokus utama pemerintah bukan melihat tinggi atau rendahnya jumlah kasus.
Pihaknya memastikan sumber penularan dapat ditemukan sehingga penyebaran virus tidak semakin meluas. ”Sumber penularan harus kami cari sehingga rantai penularannya bisa diputus,” ujar dia. Strategi utama yang dijalankan dinkes yaitu memperluas deteksi dini pada kelompok populasi kunci.
Kelompok yang menjalani skrining meliputi LSL, ibu hamil, wanita pekerja seks, pengguna narkotika suntik yang berbagi jarum, serta waria.
Data dinkes menunjukkan, sekitar 35 persen dari 97 kasus baru berasal dari kelompok LSL. ”Di Kota Malang sebagian besar populasi kunci (HIV) adalah LSL. Karena itu kami terus melakukan penemuan kasus baru agar bisa segera diberikan pengobatan,” terangnya.
Untuk mendukung upaya pencegahan HIV, dinkes menyiapkan 16 fasilitas layanan kesehatan yang tersebar di Puskesmas maupun rumah sakit (RS). Fasilitas itu melayani pemeriksaan HIV sekaligus pengobatan dan pendampingan bagi pasien yang telah terdiagnosis.
Husnul menyebut, penyembuhan HIV harus dijalani seumur hidup. Karena itu, deteksi sedini mungkin menjadi langkah penting. Supaya pasien segera memperoleh terapi antiretroviral (ARV) sekaligus menekan risiko penularan kepada orang lain.
”Kalau sudah terdeteksi, kita bisa memberikan layanan pengobatan dan perawatan. Deteksi dini itu juga untuk mencegah penularan,” tandas dia.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meminta pencegahan harus terus dilakukan dinkes. Dia mengaku telah menginstruksikan dinkes untuk terus meningkatkan sosialisasi dan pencegahan melalui skrining.
”Ditambah lagi sekarang pemerintah pusat juga menetapkan perang terhadap LGBT. Itu akan kami laksanakan di daerah-daerah juga,” tegasnya. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra