Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bahaya DBD Mengintai, El Nino Bikin Kasus Demam Berdarah Naik di Musim Kemarau

Aqila Sahira Dewi • Senin, 13 Juli 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Deman Berdarah (Foto: Freepik)
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Deman Berdarah (Foto: Freepik)

MALANG, RADAR MALANG – Kasus demam berdarah dengue atau DBD di Indonesia berpotensi melonjak seiring munculnya fenomena El Niño yang diprediksi berlangsung hingga akhir 2026.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per pekan ketiga April 2026, tercatat 30.465 kasus DBD dengan 79 kematian di seluruh Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika bahkan memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026, periode yang justru rawan lonjakan kasus.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa penyebaran dengue sangat bergantung pada faktor lingkungan dan iklim, berbeda dengan penyakit lain yang penularannya dipengaruhi oleh mobilitas manusia.

Ia menyampaikan bahwa dengue benar-benar mengikuti pola El Niño dan kasusnya langsung meningkat begitu fenomena itu muncul. Menurutnya, lonjakan serupa juga terjadi secara global, terutama di kawasan tropis dan subtropis seperti Amerika Selatan.

Baca Juga: 99 Bocah di Malang Jadi Korban Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti, Ini Tips dari Pemerintah Agar Selamat

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menambahkan bahwa kenaikan suhu selama El Niño menciptakan kondisi yang mendukung penyebaran penyakit tular vektor.

Meski musim kemarau identik dengan udara kering, genangan air di wadah terbuka atau saluran yang tidak lancar tetap bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Kondisi ini sering tidak disadari masyarakat karena perhatian lebih tertuju pada cuaca panas.

Dari sisi anak-anak, Ketua Satuan Tugas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Hartono Gunardi, mengingatkan bahwa kenaikan suhu Bumi memberi kemudahan bagi nyamuk untuk berkembang biak sehingga angka kejadian DBD ikut naik.

Baca Juga: Kasus DBD di Kabupaten Malang Turun Drastis, Delapan Warga Meninggal hingga Juni 2026

Prof. Hartono Gunardi menyarankan orang tua tetap memberi anak kesempatan beraktivitas di luar rumah dengan perlindungan yang tepat, seperti mengenakan pakaian lengan panjang berwarna terang dan menggunakan losion antinyamuk secukupnya.

Kemenkes mengimbau masyarakat tetap menjalankan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Gejala DBD yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan tulang, bercak kemerahan di kulit, hingga mual dan muntah. Jika gejala tersebut muncul, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih cepat.

Editor : Aditya Novrian
#3M Plus Rubrik: Kesehatan #Kemenkes #DBD #el nino #musim kemarau