Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Real Food dengan Clean Eating

Aldila Kyanna • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi makanan sehat (Sumber: Magnific/@jcomp)
Ilustrasi makanan sehat (Sumber: Magnific/@jcomp)

MALANG, RADAR MALANG – Istilah real food dan clean eating semakin sering muncul di media sosial seiring meningkatnya tren hidup sehat. Meski kerap dianggap sama, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Tak sedikit pula yang salah mengira makanan tradisional Indonesia bukan termasuk real food, padahal anggapan tersebut kurang tepat.

Pengertian Real Food

Real food mengacu pada makanan yang berasal dari bahan alami dan mengalami proses pengolahan seminimal mungkin. Sayur, buah, telur, ikan, daging, tempe, tahu, hingga masakan rumahan seperti gado-gado atau pepes termasuk dalam kategori ini selama bahan utamanya tetap utuh dan hanya diolah secara sederhana tanpa banyak tambahan bahan.

Artinya, real food tidak harus dimakan mentah. Makanan tetap dapat direbus, dikukus, ditumis, atau digoreng tanpa kehilangan statusnya sebagai real food. Sebaliknya, makanan ultra-proses seperti mi instan, nugget, atau makanan kemasan umumnya tidak termasuk dalam kategori ini.

Baca Juga: Lagi Ramai Gaya Hidup Real Food ala Putri Yuliandari: Trend Sehat Yang Kian Diminati

Pengertian Clean Eating

Berbeda dengan real food, clean eating merupakan pola makan yang berfokus pada kualitas gizi. Konsep ini mendorong konsumsi makanan kaya protein, serat, vitamin, lemak sehat, serta membatasi gula, garam, lemak jenuh, dan makanan olahan.

Pola makan ini juga mengatur cara makan, seperti memilih porsi seimbang, mengurangi minuman dengan pemanis buatan, serta menghindari makanan cepat saji.

Kesimpulan

Meski saling berkaitan, real food dan clean eating tidak selalu sama. Tidak semua real food otomatis memenuhi prinsip clean eating. Misalnya, santan segar atau ayam goreng tanpa tepung masih tergolong real food karena berasal dari bahan alami, tetapi konsumsinya dapat dibatasi dalam clean eating akibat kandungan lemak jenuhnya.

Dengan memahami perbedaannya, masyarakat dapat memilih pola makan yang sesuai kebutuhan tanpa terjebak anggapan bahwa makanan sehat harus selalu identik dengan menu bergaya Barat.

Editor : Aditya Novrian
Sumber : dikelola dari beberapa sumber
real food Kesehatan Clean Eating pola makan makanan