RADAR MALANG-Uji laboratorium sampel makan bergizi gratis (MBG) yang sempat didistribusikan ke SD Negeri Kauman 1 rampung kemarin (27/7). Hasilnya, terdapat temuan kadar bakteri E.coli.
”Dari sampel yang diserahkan, ada satu jenis yang mengandung kadar bakteri E.coli di atas ketentuan. Tepatnya pada olahan telur,” kata Ketua Satgas MBG Kota Malang sekaligus Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso.
Sebagai langkah tegas, Satgas MBG Kota Malang akan menyiapkan surat peringatan dan berkoordinasi dengan BGN. ”Tujuannya untuk memberikan pembinaan terhadap SPPG yang bersangkutan,” sambung Erik.
Untuk sementara aktivitas SPPG bakal diberhentikan sementara waktu. Selanjutnya dilakukan pembenahan di dalam SOP produksi. Sementara para siswa yang masih sakit tetap dipantau oleh pemkot.
Ketua Yayasan Batik Tulis Celaket Abdul Hanan Jalil yang menjadi mitra SPPG Sukoharjo menjelaskan, selama ini proses pengolahan makanan sudah sesuai SOP. Pihak juga sudah berkoordinasi intens dengan sekolah. ”Kami sebagai mitra pun membuka pintu jika memang ada yang katanya terdampak akan kami bantu pengobatannya,” pungkas Hanan.
Kepala SDN Kauman 1 Sentot Hariyanto menjelaskan, dia mendapat informasi dari guru terkait kondisi beberapa siswa pada Rabu (22/7) sekitar pukul 09.00. Kemudian, sekolah bersama Puskesmas Arjuno melakukan pemeriksaan. ”Total ada sekitar 300 siswa yang di-tracing. Yang merasakan gejala sebanyak 51 siswa,” sebut Sentot.
Menurutya, pihak SPPG langsung melakukan tindak lanjut. Selain menyerahkan sampel untuk uji laboratorium, juga datang ke sekolah untuk memberikan bantuan obat-obatan. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo