MALANG KOTA, RADAR MALANG – RSIA Muhammadiyah Malang berkolaborasi dengan Pengabdian Masyarakat Kedokteran Universitas Negeri Malang (UM) menggelar edukasi deteksi dini Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) dan benjolan kemarin (28/7). Bertempat di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Jalan Gajayana, acara itu dihadiri lebih dari 40 tenaga medis dan kesehatan di Kota Malang.
Direktur RSIA Muhammadiyah Malang dr Farida Rozany MMRS menjelaskan, kegiatan itu secara khusus mengundang jajaran Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Malang. Di antaranya, PDA perwakilan dari Kecamatan Sukun, Klojen, Lowokwaru, Kedungkandang, dan Blimbing.
Menurutnya, edukasi kemarin didorong tingginya kasus pasien yang sulit hamil. ”Ternyata saat diperiksa dokter kandungan dan menjalani USG, sel telur di dalam ovarium-nya kecil-kecil sehingga tidak dapat dibuahi,” ujarnya.
Materi khusus PCOS dikupas tuntas dr Dyta Loverita SpOG. Dalam pemaparannya, penyebab utama PCOS salah satunya berasal dari masalah metabolisme. Tingginya kadar insulin yang diproduksi berlebih oleh tubuh sehingga Body Mass Index (BMI) meningkat. Kondisi itu menyebabkan hormon tidak stabil.
Di RSIA Muhammadiyah Malang, tren pasien yang berkonsultasi terkait PCOS rata-rata ada sekitar 5 hingga 6 pasien per bulan. ”Karena penanganan PCOS ini membutuhkan kolaborasi medis dari tiga bidang, di rumah sakit kami sudah tersedia semua,” lanjut Farida.
Baca Juga: RSIA Melati Children Hospital Ikut Tangkal Kasus Campak di Kota Malang
Pertama, kondisi PCOS perlu penanganan dari dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG). Lalu perlu campur tangan psikolog untuk mengurai gangguan psikis pasien. Terakhir, perlu didampingi dokter Spesialis Penyakit Dalam (SpPD). (aff/gp)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang