KEPANJEN, RADAR MALANG – Ratusan ribu warga Bumi Kanjuruhan mengalami dislipidemia atau ketidakseimbangan kadar lemak di dalam darah. Dari 3.029.151 warga yang menjalani skrining, 688.461 orang di antaranya teridentifikasi dyslipidemia. Sedangkan yang berisiko hipertensi dan diabetes mencapai 1,5 juta jiwa.
Guna menekan tingginya ancaman kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengoptimalkan layanan pencegahan. Upaya ini dilakukan di 39 puskesmas dan Posyandu Integrasi Layanan Primer melalui program Cek Kesehatan Gratis.
Baca Juga: Dapat Jatah X-Ray untuk TBC, Dinkes Kota Malang Bakal Gelar Skrining di 153 Titik
Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Malang Restu Meida Mardiani menjelaskan, fasilitas puskesmas difokuskan untuk deteksi dini faktor risiko. Pemeriksaan awal tersebut dilakukan menggunakan alat elektrokar diografi guna memantau kondisi kesehatan jantung masyarakat.
”Setiap hasil skrining yang menunjukkan indikasi abnormal di puskesmas akan langsung dikoordinasikan melalui jejaring rujukan resmi,” ujar Mardiani beberapa waktu lalu.
Langkah cepat ini bertujuan agar pasien segera mendapatkan penanganan medis lanjutan yang tepat di rumah sakit. Dari total 24 rumah sakit (RS) di Kabupaten Malang, sekitar 17 di antaranya dilengkapi dokter spesialis serta fasilitas penunjang medis yang memadai. Rumah sakit rujukan utama seperti RS Kanjuruhan, RS Wava Husada, Hasta Husada, hingga RS Pindad Turen siap menangani tindakan medis.
Baca Juga: Bupati Malang Sanusi Buka Suara Soal Skandal Ambulans Dinkes
Dia mengimbau masyarakat agar secara rutin melakukan cek kesehatan minimal satu hingga dua kali dalam setahun. Langkah preventif ini diyakini sangat penting untuk memastikan penanganan yang cepat, tepat, dan mencegah risiko fatal sejak dini. (ram/dan)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang