MALANG KOTA, RADAR MALANG - Persiapan relokasi Puskesmas Bareng mulai digeber Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Sebelum memasuki tahap pengerjaan konstruksi, dilakukan pengukuran terlebih dahulu.
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, pihaknya masih melakukan pengukuran dan penentuan titik untuk tiang-tiang pancang. "Pengukuran tetap dilakukan di Jalan Bondowoso. Luas yang digunakan untuk puskesmas sekitar 1.400 meter persegi," kata dia.
Sembari dilakukan pengukuran, pihaknya juga akan menghadirkan konsultan perencana. Jika sudah ada konsultan perencana, proses pembangunan bisa segera dilakukan. "Untuk konstruksinya kami targetkan (dimulai) secepatnya," sambung pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Husnul menambahkan, puskesmas yang baru nantinya akan dibangun dua lantai. Itu sesuai dengan kondisi di puskesmas lama yang sekarang masih berada di Kelurahan Bareng. Namun, area di tempat baru bakal lebih luas.
Selain memiliki dua lantai, fasilitas puskesmas juga akan dilengkapi lagi. Kelengkapan itu akan disesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Puskesmas.
Fasilitas yang dimaksud seperti poli umum, poli gigi, unit gawat darurat (UGD), layanan konsultasi gizi, poli KIA atau KB, hingga layanan jiwa. Selain itu juga ada fasilitas sanitasi.
Kemudian, puskesmas juga akan memiliki area parkir. "Untuk membangun puskesmas dengan fasilitas-fasilitas itu, kami mengalokasikan dana Rp 6,1 miliar," beber Husnul.
Dia menargetkan pembangunan puskesmas bisa selesai pada Desember 2026. Dengan begitu, pada awal 2027 nanti bisa beroperasi. Untuk diketahui, rencana relokasi itu sudah tertunda sejak 2022.
Perpindahan lokasi jadi penyebabnya. Semula, lahan yang akan digunakan di Jalan Srikaya. Setelah dilakukan kajian, lokasi itu masuk area ruang terbuka hijau (RTH). Sehingga tidak bisa dijadikan lokasi puskesmas. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra