Dosen Prodi Kebidanan STIKes Maharani Malang Berdayakan 25 Ibu Nifas dan Keluarga di Gondanglegi Cegah Stunting

A. Nugroho • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:09 WIB
UNTUK WARGA: Dosen Program Studi Kebidanan STIKes Maharani Malang melaksanakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP).
UNTUK WARGA: Dosen Program Studi Kebidanan STIKes Maharani Malang melaksanakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP).

 

GONDANGLEGI, RADAR MALANG – Dosen Program Studi Kebidanan STIKes Maharani Malang melaksanakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) dengan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Pendanaan 2026. 

Kegiatan bertajuk Pemberdayaan Ibu Nifas Berbasis Keluarga melalui Edukasi dan Pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk Pencegahan Stunting tersebut dilaksanakan selama Juli hingga Agustus 2026 di wilayah PMB Griya Bunda, Bidan Avivin Shinta Maulana, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Sebanyak 25 ibu nifas beserta suami dan anggota keluarga menjadi sasaran kegiatan.

Program ini menggunakan pendekatan berbasis keluarga dengan melibatkan ibu, suami, dan keluarga dalam upaya mendukung kesehatan ibu dan bayi selama masa nifas dan periode 1000 HPK.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim menggunakan Modul 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK): Panduan Praktis Ibu Nifas dan Keluarga dalam Pencegahan Stunting sebagai salah satu media utama edukasi. Modul tersebut disusun untuk membantu ibu nifas dan keluarga memahami pentingnya pemenuhan gizi dan perawatan selama periode 1000 HPK. 

PEMBERDAYAAN: Dosen Program Studi Kebidanan STIKes Maharani Malang melaksanakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP).
EDUKATIF: Pemberdayaan Ibu Nifas Berbasis Keluarga melalui Edukasi dan Pendampingan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk Pencegahan Stunting tersebut dilaksanakan selama Juli hingga Agustus 2026 di wilayah PMB Griya Bunda, Bidan Avivin Shinta Maulana, Kecamatan Gondanglegi.

 

Materi edukasi meliputi konsep 1000 HPK dan stunting, peran suami dan keluarga dalam masa nifas, manajemen laktasi dan ASI eksklusif, gizi ibu nifas dan pencegahan pantangan makan, MPASI tepat waktu dan berbasis pangan lokal, serta pemantauan pertumbuhan dan deteksi dini stunting. Pemahaman mengenai 1000 HPK diberikan sebagai dasar agar ibu dan keluarga memahami pentingnya periode sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.  Salah satu fokus kegiatan adalah memperkuat peran suami dan keluarga dalam mendukung ibu selama masa nifas. Dukungan tersebut mencakup dukungan dalam proses menyusui, pemenuhan kebutuhan gizi ibu, perawatan bayi, dan pengasuhan. Tim juga memberikan edukasi mengenai manajemen laktasi dan ASI eksklusif, termasuk manfaat ASI, teknik menyusui yang benar, permasalahan menyusui, serta dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Selain itu, ibu dan keluarga mendapatkan edukasi mengenai gizi ibu nifas dan pencegahan pantangan makan yang tidak tepat, termasuk kebutuhan nutrisi dan contoh menu gizi seimbang bagi ibu nifas. 

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi, edukasi, dan pelatihan. Tim juga melakukan pendampingan melalui kunjungan rumah (home visit) kepada ibu nifas dan keluarga. Kunjungan rumah dilakukan untuk memperkuat penerapan materi yang telah diberikan serta memberikan pendampingan sesuai kondisi dan kebutuhan keluarga. Melalui kegiatan tersebut, ibu dan keluarga dapat menyampaikan kendala yang dihadapi selama masa nifas dan memperoleh penguatan dari tim pendamping.

Upaya pencegahan stunting juga diperkuat melalui edukasi mengenai pemantauan pertumbuhan dan deteksi dini stunting. Materi mencakup pentingnya pemantauan pertumbuhan, indikator pertumbuhan bayi, cara pemantauan, tanda pertumbuhan normal, deteksi dini stunting, serta peran orang tua dalam pemantauan pertumbuhan. Keluarga juga diperkenalkan dengan sistem pencatatan pertumbuhan bayi sederhana sebagai bagian dari inovasi kegiatan untuk mendukung pemantauan pertumbuhan bayi secara teratur. Sementara itu, materi MPASI tepat waktu dan berbasis pangan lokal diberikan sebagai bekal pengetahuan bagi keluarga untuk mempersiapkan tahap pemberian makanan pendamping ASI. Materi meliputi prinsip pemberian MPASI, tahapan tekstur, frekuensi dan porsi, kandungan gizi, pemanfaatan pangan lokal, serta kebersihan dan keamanan MPASI. 

Ketua tim pelaksana, Diana Noor Fatmawati, SST., M.Kes., mengatakan bahwa pendekatan berbasis keluarga dipilih karena ibu membutuhkan dukungan lingkungan terdekat dalam menjalani masa nifas dan memberikan perawatan bagi bayi. “Kami ingin edukasi 1000 HPK tidak berhenti pada ibu sebagai sasaran utama, tetapi juga dipahami dan didukung oleh suami serta keluarga. Dengan dukungan keluarga, materi yang diberikan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Diana.
Kegiatan yang dilaksanakan selama Juli hingga Agustus 2026 tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas ibu nifas dan keluarga dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi selama periode 1000 HPK. Melalui sosialisasi, edukasi, pelatihan, kunjungan rumah, dan pemantauan, keluarga diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan stunting dimulai sejak awal kehidupan dan membutuhkan keterlibatan keluarga secara berkelanjutan.

Skema: Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP)
Program: Program Pengabdian kepada Masyarakat
Pendanaan: Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Tahun Pendanaan: 2026 (*)

Editor : A. Nugroho
Kebidanan stikes malang Nifas maharani