MALANG KOTA, RADAR MALANG - Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kembali digelar secara serentak mulai Agustus sampai November mendatang. Tahun ini, ada lebih dari 43 ribu pelajar di Kota Malang yang menjadi sasaran imunisasi.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Meifta Eti Winindar mengatakan, pelaksanaan BIAS berlangsung selama tiga bulan karena pihak puskesmas selaku pelaksana memiliki banyak program yang harus dilakukan.
Selain itu, jumlah siswa yang menjadi sasaran juga banyak. Sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Meifta melanjutkan, BIAS tidak hanya menyasar satu jenjang saja. ”Di jenjang SD misalnya yang harus diimunisasi ada pelajar dari kelas 1, kelas 2, dan kelas 5,” ucap dia, kemarin (22/8).
Jika dirinci, masing-masing kelas juga berbeda. Demikian pula saat pelaksanaan BIAS tahun-tahun sebelumnya. Namun jumlah siswa yang disasar tidak berbeda terlalu banyak. Terkait dengan vaksin yang diberikan untuk jenjang SD ada tiga jenis. Meliputi vaksin campak-rubella (MR), vaksin difteri dan tetanus (DT/Td), serta vaksin Human Papillomavirus (HPV).
Khusus vaksin HPV hanya diberikan kepada siswi kelas 5 SD. Total yang mendapat vaksin HPV sebanyak 6.802 siswi. Setiap siswi mendapat 1 dosis saja karena sebagai bentuk pencegahan. Vaksin HPV sebenarnya ramai diberitakan akan diberikan kepada siswa atau anak laki-laki.
Baca Juga: Dinkes Kota Malang Ditarget Penuhi 95 Persen Target BIAS Tahun Ini
”Hanya saja arahan dari Dinkes Provinsi Jatim, siswa belum mendapat jatah vaksin HPV,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Sementara untuk SMP, tidak semua siswa atau siswi mendapat vaksin. Di jenjang SMP hanya diberikan vaksin HPV kepada beberapa siswi.
”Sifatnya hanya catch-up atau mengejar siswi yang belum mendapat vaksin HPV saat SD dulu. Karena pemberiannya kan sudah diawali tahun 2023,” terang Meifta. Ditanya pelaksanaan BIAS pada 2026, Meifta menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada laporan penolakan.
Sebab, BIAS sudah dilaksanakan rutin setiap tahun. Termasuk imunisasi lain yang dilakukan sejak balita. Ditambah lagi, dinkes sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Selain itu juga Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang yang menaungi madrasah. Para guru hingga orang tua juga sudah mendapat sosialisasi.
Baca Juga: Awal April Dinkes Kota Malang Gelar Imunisasi Kejar Campak
Sosialisasi yang diberikan seperti persiapan sebelum imunisasi hingga selesai imunisasi. Menjelang imunisasi, anak-anak harus memiliki istirahat cukup dan mengonsumsi makanan bergizi. Demikian pula setelah imunisasi disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat. (mel/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang